End Of Life

End Of Life

  • WpView
    Reads 273
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 14, 2018
Seorang gadis cantik belasteran Belanda-indonesia yang terlahir dari keluarga kaya raya.yang Awalnya ia sanggat membenci seorang laki laki yang terlahir dari keluarga sederhana, namun dengan berjalanya waktu laki laki itu dapat membuat hati gadis cantik tersebut memiliki perasaan yang tak wajar kepadanya. Tidak lama kemudian mereka pun menjalin hubungan kejenjang yang lebih serius, namun dengan seiringnya waktu hubungan mereka mengalami banyak masalah yang sangat rumit. Permasalahan apa sajakah yang mereka alami? Apakah yang menyebabkan hubungan mereka selalu tertimpa masalah?apakah mereka bisa menyelesaikan konflik ini secara bersama²? Dan apakah mereka akan tetap bersama selama-lamanya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • Sejenak Luka
  • My Life And My First Love
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • TELL ME ,.WHY?
  • Miracle
  • RAPUH
  • Si Tengah (END)
  • Adelaida the winner.

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines