El Dorado

El Dorado

  • WpView
    LECTURES 36
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mars 9, 2018
Kau bilang dulu kau akan jadi pemburu harta karun. Tapi kenapa sekarang kau ambil fakultas kedokteran. ~Violet Telephassa~ Ahaha, yang benar saja kalau aku bilang pada ayah dan ibuku kalau 'Ayah, Ibu, anakmu ini ingin mencari El Dorado, izinkan anakmu jadi pemburu harta karun! Mungkin saja nanti aku akan seperti Kapten Smith dan bertemu dengan Pocahontas, dan voila! Kalian akan punya menantu seorang gadis Indian. Menarik bukan!' Pasti kakakku akan segera menyeretku dari ruang keluarga dan dia akan menceramahiku. ~Orion Admertus~
Tous Droits Réservés
#9
eldorado
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • VIOLAND [TERBIT]
  • A Game to Make Him Fall
  • Polaroid
  • VILLAIN'S PRECIOUS DAUGHTER (Tamat)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • We Have To BACKSTREET! (END)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • Owner Of My Heart

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu