Leukimia
  • WpView
    Reads 121,740
  • WpVote
    Votes 3,343
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 19, 2020
[[NEW ALUR & COVER]] Dihari kelulusannya, Emma harus terbaring lemah menanti keajaiban dari tuhan untuk dirinya. Kini Emma hanya bisa berharap dirinya sembuh dari penyakit yang selama ini di deritanya. Seandainya saat itu Aurora, ibunya. Menyetujui saran dari Dirgantara, ayahnya. Untuk menggugurkan kandungan, maka mungkin Emma tidak harus merasakan penderitaan yang dia alami selama delapanbelas tahun. Bukan waktu yang singkat bagi Emma untuk bertahan hidup, ketika penyakitnya semakin lama, semakin menyerang tubuhnya. Karena ibunya lah Emma mau bertahan melawan penyakit yang telah menggerogoti tubuhnya. "Mommy tau kamu kuat,"
All Rights Reserved
#133
leukimia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retrouvailles
  • PLOT TWIST
  • BarraKilla
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Queen Friensyah Aldebaran
  • Tikungunya
  • Let Me Love You Longer
  • Benalu [Terbit]
  • ARHAN || END
  • π‘¨π’Œπ’”π’‚π’“π’‚ π‘«π’Š π‘³π’‚π’π’ˆπ’Šπ’• 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏

Samuel menyimpan terlalu banyak luka. Papanya berselingkuh. Mamanya memilih mengakhiri hidup. Saat dewasa, ia dipaksa tunduk pada tuntutan dan perjodohan yang tak pernah ia inginkan. Lalu datang Lyodra. Siswi baru yang diam-diam menyimpan satu fakta paling menyakitkan dalam hidup Samuel: dia adalah anak dari perempuan yang menghancurkan keluarganya. Dan dari situlah semuanya dimulai-kekacauan, luka-luka lama yang terbuka lagi, hingga pilihan-pilihan pahit yang harus diambil. Dendam membuat Samuel mendekat. Tapi rasa bersalah justru tumbuh bersamaan dengan rasa lain yang tak ia pahami. Semuanya semakin rumit saat Lyodra menunjukkan dua garis merah di testpack miliknya. "Lo hamil, kan?" tanya Samuel. Lyodra tak sanggup menjawab, hanya menatap nanar testpack di pangkuannya-benda yang seharusnya sudah ia buang sejak dulu. Tapi hasilnya tetap sama. Masih ada kehidupan kecil di dalam dirinya. "Gugurin," ucap Samuel dingin. "Gue punya kenalan dokter. Besok sepulang sekolah kita ke sana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines