PUISI SANG PENDUSTA

PUISI SANG PENDUSTA

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 31, 2022
××× Aku, Sang pendusta yang lemah. Dengan puisi ini aku bernyanyi, Sehingga senja umurku nanti. Dengan puisi ini aku menangis, Pisau waktu bila kejam mengiris. Dengan puisi ini aku bercinta, Yang hanya berbatas cakerawala. Dan, Dengan puisi ini aku mengenang, Keabadian yang akan datang. ×××
All Rights Reserved
#14
heartbroken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Monolog Tukang Conteng
  • Ketika hati berfatwa
  • MY BELOVED MR.TENGKU🌹(COMPLETED)
  • Dia
  • AIRIS ARDANI (COMPLETED)✓
  • Haider Akashah: His Bidadari [Completed]
  • Aku Hanya Mahu BERBICARA !!! ✔
  • Cinta Sang Pujangga

Semua tentang rasa tukang conteng. Himpunan rasa yang dikumpul dan di satukan bawah satu nama. Sudilah kiranya meninggalkan sebarang komen, supaya saya tahu karya ini sampai atau tidak pada yang membacanya. Really appreciate it. Thank you.

More details
WpActionLinkContent Guidelines