LUKA
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 15, 2018
Tak semua perasaan harus diungkapkan. Ada kalanya disimpan dalam hati. Diresapi sendiri. Tak semua cinta berujung indah. Ada kalanya kita harus melepas. Melepaskannya pergi. Dan kini kita menyadari, bahwa bukan kehilangan yang kita sesali. Tetapi terlupakan begitu cepat. Itu yang kita tangisi. Seiring berjalannya waktu, benih cinta tumbuh kembali menggantikan cinta yang telah mati. Saat itulah hati dijatuhkan pada dua pilihan. Saat itulah hati diuji. Akankah mempertahankan cinta yang baru? Atau sebaliknya? Kembali pada ia yang pernah pergi menggoreskan luka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Masih Sama
  • Promise
  • My favorite person
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja
  • Dari Bangku Belakang
  • Erlangga
  • My Bride 2 (Tamat)

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines