We Never Left [Revisi]

We Never Left [Revisi]

  • WpView
    Reads 3,081
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2026
Lorong-lorong dipenuhi suara tawa, langkah kaki, dan bisik-bisik yang seharusnya biasa. Tapi bagi Aqeela, setiap suara terdengar seperti ancaman. Setiap tatapan terasa seperti sedang mengawasi. Karena sesuatu sedang mengintai dan itu belum selesai. Aqeela masih hidup-setidaknya secara fisik. Tapi jiwanya seperti terkunci dalam ketakutan yang tak pernah berhenti. Ia tidak lagi tahu mana yang aman, dan mana yang hanya menunggu waktu untuk menyerangnya. Sampai malam itu datang. Dingin logam menempel di lehernya. Nafas seseorang menyapu kulitnya. "Lo mau mati sekarang atau nurut sama gue?" Itu bukan ancaman kosong. Itu awal dari permainan. Permainan tanpa aturan, tanpa akhir yang jelas dan yang paling menakutkan? Fattah. Dia tidak pernah menyentuh Aqeela. Tidak pernah mengancam. Tapi cara dia menatap seolah dia sudah tahu semuanya. Atau mungkin-dia adalah alasan semua ini terjadi. ⚠ PERINGATAN: Mengandung bahasa kasar, manipulasi psikologis, dan kekerasan mental yang dapat mengganggu.
All Rights Reserved
#45
fatqeel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MIDNIGHT ARCANA [FATTQEEL]
  • Story Of School
  • Pada Akhirnya Tetap Kamu
  • You're Still Mine
  • Kos Pesona
  • social science class 3
  • CHAISMTYR [ END ]
  • crazy love ( Jangan Salah Pasangan  )
  • FRAGILE ARMOR [END]
  • SETARA

SMA Gemilang Chandratheria berubah gemerlap dalam suasana Halloween. Bazar cosplay yang diadakan setiap kelas dipenuhi berbagai karakter dari kartun, film, komik, hingga dongeng. Namun, saat kelas 12 A-1 kehilangan konsep Alice in Wonderland mereka, Caithlyn Valeria Seraphine mengusulkan ide yang tak biasa. Gadis ceria yang selalu terpesona pada hal-hal ajaib itu ingin membuka tenda ramalan tarot dan menjadi seorang peramal misterius bernama Madame Caith. Di bawah cahaya lentera yang redup dan aroma dupa yang memenuhi udara, tenda ramalan Caith berhasil menarik perhatian banyak siswa. Satu per satu datang untuk mendengar ramalan tentang cinta, persahabatan, dan masa depan mereka. Tetapi, dari semua orang yang datang malam itu, hanya satu yang benar-benar Caith tunggu, Orion Alistair Evander, sahabat yang diam-diam selalu mengisi hatinya. Saat Orion akhirnya duduk di hadapannya, sebuah ramalan muncul di luar dugaan. Bukan sekadar permainan kartu biasa, ramalan itu perlahan membuka rahasia lama yang selama ini tersembunyi. Nama Madame Anastasia, seorang peramal legendaris yang kisahnya telah lama menghilang, kembali muncul bersama misteri yang terasa semakin gelap dan sulit dijelaskan. Semakin Caith dan Orion mencari jawaban, semakin mereka terseret ke dalam dunia yang dipenuhi simbol misterius, ilusi, dan rahasia masa lalu. Di antara tarot yang terus menyingkap potongan takdir, mereka mulai mempertanyakan satu hal. Apakah semua ini hanya kebetulan, atau memang ada sesuatu yang sejak awal telah menunggu mereka di balik tarot terakhir?

More details
WpActionLinkContent Guidelines