EvelynAdrian

EvelynAdrian

  • WpView
    Reads 7,324
  • WpVote
    Votes 1,065
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2020
Bagi Evelyn hidupnya sudah tak berarti lagi. Bagi nya, kehidupannya hanya memberikan luka terus-menerus tanpa tahu cara mengobatinya. Tak ada lagi tujuan hidupnya. Tidak Ada lagi senyum secerah matahari yang terbit dari dirinya, melainkan senyum kepalsuan yang selalu ia tunjukkan kepada dunia. Hanya satu yang ia tahu bahwa ia adalah gadis yang paling menyedihkan! Bagi Adrian, kehidupan itu harus diwarnai. Yang sedih menjadi bahagia. Yang bahagia tambah bahagia. Tidak ada kesedihan! Tapi bahagia dan sedih sudah satu komplit yang tidak bisa dipisahkan . Setiap bahagia pasti ada kesedihan yang siap menanti. Hanya saja kita harus bersiap-siap menyambut kesedihan itu. Lalu pertanyaannya, "Akankah kita sanggup menyambut kesedihan itu ? Akankah kita sanggup menerima luka yang akan datang secara perlahan? Atau harus menyerah sebelum berjuang?" "Lo cantik tapi sayang senyum lo gak tulus." Adrian Putra "Jangan terlalu dalam mencari tau perihal diriku karena aku tidak ingin kita terjebak oleh rasa sayang." -Evelyn Natasha ***** Note: Cerita ini real dari imajinasi-imajinasi gue. Don't copy paste!
All Rights Reserved
#45
evelyn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines