EvelynAdrian

EvelynAdrian

  • WpView
    Leituras 7,324
  • WpVote
    Votos 1,065
  • WpPart
    Capítulos 36
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 1, 2020
Bagi Evelyn hidupnya sudah tak berarti lagi. Bagi nya, kehidupannya hanya memberikan luka terus-menerus tanpa tahu cara mengobatinya. Tak ada lagi tujuan hidupnya. Tidak Ada lagi senyum secerah matahari yang terbit dari dirinya, melainkan senyum kepalsuan yang selalu ia tunjukkan kepada dunia. Hanya satu yang ia tahu bahwa ia adalah gadis yang paling menyedihkan! Bagi Adrian, kehidupan itu harus diwarnai. Yang sedih menjadi bahagia. Yang bahagia tambah bahagia. Tidak ada kesedihan! Tapi bahagia dan sedih sudah satu komplit yang tidak bisa dipisahkan . Setiap bahagia pasti ada kesedihan yang siap menanti. Hanya saja kita harus bersiap-siap menyambut kesedihan itu. Lalu pertanyaannya, "Akankah kita sanggup menyambut kesedihan itu ? Akankah kita sanggup menerima luka yang akan datang secara perlahan? Atau harus menyerah sebelum berjuang?" "Lo cantik tapi sayang senyum lo gak tulus." Adrian Putra "Jangan terlalu dalam mencari tau perihal diriku karena aku tidak ingin kita terjebak oleh rasa sayang." -Evelyn Natasha ***** Note: Cerita ini real dari imajinasi-imajinasi gue. Don't copy paste!
Todos os Direitos Reservados
#124
senyuman
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Eliinaa
  • I'm okay (END)
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • »The Love Behind Secrets!
  • Let Me Love You Longer
  • Semu [Completed]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • I'm Alessa
  • TIANNE (My Happiness Is In You) (✓)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo