Berjodoh/Dijodohkan

Berjodoh/Dijodohkan

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
perjodohan (NK) yang terlihat baik-baik saja dengan seorang pria pendiam. dalam diam nya (NK) percaya mereka akan bersatu dan selalu bersama untuk selamanya. hidup dengan bahagia berdua. tidak ada protes sedikitpun dari tunangannya membuatnya yakin dia juga mau dengan (NK). (NK) pun mulai membiasakan hatinya dengan pria itu. gadis itu mulai menanamkan kata setia kepada tunangannya. Tapi apa itu akan tetap terjadi? nona Young yang tiba-tiba datang dalam liburan (NK) dan tunangannya. kedekatan nona Young yang lebih dekat dengan tunangan (NK) di bading dengan (NK) sendiri. apa pertunangan ini akan berlanjut? apakah (NK) bisa melupakan perasaanya pada tunangannya itu atau dia akan terus tersakiti? lest see... story will begin
All Rights Reserved
#163
marktuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • [ Kim Yugyeom ] Flight Log:
  • You're Mine - Markbam
  • Enchanteur
  • [Nc 21+]Queen of abition[ Ff Bts Nc]
  • Taking a girl're bullying
  • MAYDAY [MARKJIN]
  • protect you
  • 1. Story Love JackBam [END] ✔️
  • My Protective Husband [Wenga] ✔

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines