OKE SAYA TERIMA KAMU (Pending)

OKE SAYA TERIMA KAMU (Pending)

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Highschool
Erotica
Note: dimohon berperilaku bijak sebagai sesama pengguna wattpad dan bertanggung jawab atas hal yang akan dan telah dilakukan. --------------------------------------------- Setelah sekian lama duduk gelisah di atas sofa merah ruang tamunya, gadis itu akhirnya angkat bicara. "Sehat??"Tanyanya pada lelaki yang sedang duduk bersantai dihadapannya memperhatikan obrolan para orang dewasa yang ada di samping mereka yang sepertinya telah melupakan keberadaan mereka berdua. "Sehat kok, " jawabnya sambil melirik gadis di depannya itu lalu kembali mendengarkan percakapan orang-orang itu. "Uhm...." Setelah beberapa lama bungkam dengan pikiran yang berkecamuk akhirnya ia membuka mulutnya lagi, "Beneran? kepala kamu enggak pusing atau gimanaa gitu??" tanyanya sekali lagi. Memang kurang kerjaan, tapi ia rasa hal ini perlu dipertanyakan mengingat siapa laki-laki yang ada di depannya ini. Laki-laki itu tampak jengah. Tidak hanya pada pertanyaan tak penting yang dilontarkan oleh gadis berjilbab ini, namun juga dengan tatapan Olfi yang melihatnya seperti melihat spesies langka. "Emang kenapa sih kalo gue mau dijodohin sama lo? nggak suka banget ya sama gue? kalo nggak suka ya bilang aja ke bokap lo, ngapain aja lo seminggu ini dikasih waktu buat mikir kalo nggak lo pake?!" Ah.. akhirnya Adi angkat bicara juga. Dia lelah sekaligus gemas dengan wanita-nya ini. Olfi yang penasaran dengan Adi yang tiba-tiba setuju dijodohkan dengannya yang setelah tiga puluh menit yang lalu menolak perjodohan ini lalu tiba-tiba menerimanya sepuluh menit yang lalu langsung membisu. Ia sudah pasrah dengan nasibnya. Toh, ia sebenarnya sedikit lega dengan perjodohan ini. ----------------------------------------- Cerita apa adanya, bolak-balik ngerevisi, dengan bumbu-bumbu realita, sekitar 3-5%, serta intrik yang ala kadarnya, sesuai imajinasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • DIA PERGI?!
  • Reason
  • ALA
  • His touch, Her desire
  • Tepi Lintang (HIATUS)
  • My Annoying Little Wife #WRITONwithCWBP
  • Disguise... [END]
  • Gus Alfathar (SUDAH TERBIT)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines