Untaian Alur

Untaian Alur

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
Azzahra Lamia Jaelani. Gadis berparas ayu itu bukan tak pernah merasakan cinta, hanya saja baru kali ini ia benar benar merasakan nikmatnya dicintai, di beri perhatian, merasa di lindungi. Sampai zahra merasakan apa itu sakit yang teramat sangat saat dia memutuskan menghilang tanpa kabar. Di situlah zahra tahu bahwa berharap selain kepadaNya memang menyakitkan. Ini benar benar rasa baru bagi zahra, ditinggalkan dua pria yang dicintainya. Sang pujaan hati kemudian sang abuya. Runtuh sudah rasanya hidup zahra. "Untaian alur tak selalu indah memang, tapi apa harus untaian alur menebar cerita sesakit ini?" ~Azzahra Lamia Jaelani~ ~Althara Hafizh Alfarezi Irawan~
All Rights Reserved
#469
zahra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menjadi Imam Untukmu✔(Selow Update)
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Aisyah
  • Koma Bukan Titik (End)
  • Siri
  • Antara Kamu dan dia //idr
  • Penjara suci

Ini tentang kisah cinta yang sangat rumit, Kisah cinta Danu yang ingin menjadi Imam dalam Hidup Zahra, namun cintanya selalu diuji, dapatkah Danu menghalalkan serta mewujudkan keinginannya untuk menjadi Imam dalam hidup Zahra? "Untuk menjadi rembulan aku tak bisa, untuk menjadi hujan aku tak mampu, menjadi senja pun sungguh aku benar-benar tak sanggup. Aku hanya bisa melakukan satu hal, yaitu Menjadi Imam Untukmu" Danu Candra Dinata. "Kau tak perlu menjadi rembulan, hujan dan senja, kau tak perlu mengambilkan rembulan dan memetikan bintang karena bagiku kau adalah langitnya yang menaungi semesta, hingga aku bisa melihat rembulan hujan dan senja. Kau tak perlu berbuat apapun, kau tak perlu melakukan apapun, cukup ada di sampingku, melihatku ada di kedua bola matamu itu sudah cukup." Azzahra Nurlatifah. Menjemput cinta dengan cara teristimewa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines