Gebi #ODOCTheWWG

Gebi #ODOCTheWWG

  • WpView
    Reads 2,776
  • WpVote
    Votes 220
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 12, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
[BELUM DIREVISI] Ini lucu, sungguh menggelikan, di saat aku berjuang untuk mendapatkan sesuatu malah orang lain yang mendapatkan. Bukankah takdir ini lucu. Gebi salah satu siswi di SMA Harapan Jaya, sekarang duduk di bangku XI Ipa 1. Kebiasaan Gebi tidak mandi jika pergi ke sekolah, gadis pecinta warna pink ini sungguh jorok. Bilal salah satu siswa di SMA Harapan Jaya, cowok satu ini sangat suka makanan pedas tapi tidak suka makan cabai utuh. Salah satu ke ahliannya membuat orang lain jengkel. Apa jadinya ketika Gebi yang malas mandi di pertemukan dengan Bilal si pecinta pedas tapi tidak suka makan cabai. Ps: ini cerita mainstream dan banyak kurangnya, kalau berkenan silahkan di baca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secretly Looking at You (END)
  • Labil. // completed
  • Berharap Denganmu
  • Sixteen [Selesai]
  • CHEMISTRY DI ANTARA GITA
  • DENIAL
  • Jesika Anjasmara
  • pahitnya kopi.
  • VANYA IS MY LOVE
  • My First Love [END]

"Ich liebe dich, Bapak Ridan." Tanpa malu, Anya mengucapkan hal itu. Ridan yang mendengarnya dibuat tertegun. Pasalnya, gadis remaja itu mengucap kata cinta padanya--guru yang memiliki perbedaan usia nyaris 20 tahun. "Dia lagi latihan buat drama, Pak," sahut Apin yang muncul dari belakang, langsung membekap dan memiting leher Anya, kemudian menyeretnya pergi. "Ada tugas dari guru Bahasa Indonesia." Pian merasa harus ikut andil untuk menghentikan tindakan Anya yang tiba-tiba itu. "Temanya ucapan kasih buat guru, sepertinya Anya salah paham sama penjelasannya. Permisi, Pak," jelas Pian yang bergegas pergi menyusul Anya dan Apin. Pipit yang berada di belakang mereka memandang Ridan dengan tajam. Ridan menghela napas, mulai lelah berurusan dengan siswa julid yang satu ini. "Kamu mau ngomong apa, Vitra?" "Makanya, Pak, cari pacar. Masa ditembak sama anak SMA," kata Pipit sebelum berlalu pergi dengan kedua tangan berada di saku celana. Ridan hanya bisa mendengkus dengan mulut terbuka. Sepertinya ia harus meninjau ulang keputusannya pindah ke SMA Merpati yang terasa seperti sebuah kesalahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines