Rangkaian Kata Untuk Denta

Rangkaian Kata Untuk Denta

  • WpView
    Reads 12,089
  • WpVote
    Votes 812
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 21, 2019
Namanya Denta, Dia itu manis, tapi kadang juga pahit. Aku suka dia, suka kesel sih, tapi banyak sayangnya. Dia nakal tapi baik juga, kadang bingung sama kelakuan dia, kadang alim, kadang banyak khilafnya. Tapi aku suka, iya, suka dia, dia yang sering bikin muka aku merah, merah karena marah, merah karena malu, karena kelakuan dia yang kadang nggak masuk akal. Tapi sekali lagi aku suka dia. Dia bilang sayang aku, tapi aku nggak percaya, karena aku percayanya dia yang cinta mati sama aku, hehe... Nggak percaya? Beneran nggak percaya? Coba deh baca, Aku jamin kalian langsung percaya. Tapi siapin kantong plastik ya, takutnya nggak kuat. Kayak aku yang nggak kuat kalau lagi kangen Denta...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Abrega
  • My Devil Doctor ✓
  • DENTING  [Revisi]
  • Only You [Slow Update]
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • [End] Behind The Wedding
  • Pacaran Sama... Dokter Cuek! (Selesai)
  • ADEEVA
  • (COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta )
Abrega

"Aneera," panggil Abrega. "Hmm?" sahut Aneera seraya menatap Abrega. "Tujuan hidup lo apa?" Aneera memicingkan matanya. "Kenapa emang tanya tanya tujuan hidup gue?" "Karena sayang." "Apasih?" "Ya lagian, ya karena mau tau dong, pake nanya" Aneera menghembuskan nafas. "Tujuan hidup gue itu, bikin diri gue sendiri bahagia, dan orang-orang yang disekitar gue juga bahagia." Abrega tanpa sadar tersenyum tipis. "Gue boleh minta tujuan hidup lo nggak?" "Maksudnya?" Abrega menatap kedalam mata Aneera. "Iyaa, soalnya gue mau bikin lo bahagia." Aneera terdiam beberapa detik, terkunci oleh kata-kata dan juga tatapan mata dari Abrega. "Kenapa mau bikin gue bahagia? kenapa nggak bikin diri lo sendiri aja yang bahagia?" Abrega yang mendengar itu tersenyum sangat tulus dari hatinya yang paling dalam. "Kan kalo lo bahagia, gue juga bahagia."

More details
WpActionLinkContent Guidelines