the power of two bastards

the power of two bastards

  • WpView
    LECTURES 98,668
  • WpVote
    Votes 1,694
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., sept. 17, 2019
20+(Mengandung unsur dewasa dan kekerasan) Bijaklah dalam memilih bacaan! Sebelum baca budidayakan follow dulu:') ...................................................... "Waktu mu habis babe kau harus mencium ku" "Bangsat! Jangan menyuruh ku melakukan hal yang menjijikan!" Seketika wajah adam berubah menjadi sangat dingin, tatapan nya tajam, dan gigi nya menggeretak Kalimat clary membuat adam sangat marah, tak ada seorangpun wanita yang pernah menolak nya. Pria itu mendorong clary dengan kasar dan langsung mencium paksa clary, mengecup dan melumat nya dengan kasar bagai harimau kelaparan. Umpt!!! Ronta clary sambil memukul-mukul dada bidang dan kekar milik adam bush Le..pas.. Um..ptt.. Adam bush tak memberikan sedikit pun oksigen untk clary. Memaksa clary membuka mulut untuk memasuki lidah nya ke dalam mulut clary. Lidah adam terus menari di dalam mulut clary menjelajahi rongga mulut clary dan mencecap lidah clary dengan lembut Kini clary tak lagi memberontak tenaga nya telah habis, sebab ia tak dapat bernapas Adam bush melepas kan ciuman nya. Tampak clary yang menarik napas panjang, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Adam bush mengusap bibir clary dengan senyum penuh kemenangan "Kau hampir membunuh ku!" ucap clary mendorong adam dengan sisa tenaga nya "Lain kali aku akan benar-benar membunuh mu jika kau berani menentang ku!" ***
Tous Droits Réservés
#3
81
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pelayan Sang Tuan
  • Our Luna ✔
  • My Mate is Only Mine(SUDAH TERBIT)✔️✔️
  • You Got It
  • Marked By Lorenzo
  • OOSHANKA
  • Loving You (SUDAH TAMAT)
  • Babblegum Barbell Bar (END)
  • Ruined Bitch
  • Loving You

Next Story Saga Sesil Banyu Dirgantara & Davina Riley Davina Riley, harus membayar nyawa yang nyaris dan sudah dilayangkan oleh sang ayah, Jimi. Sebagai pelayan Dirga. *** "Davina Riley?" Mata gadis itu mengerjap-ngerjap, seolah menahan rasa kantuk yang mulai menyelimuti. Sebelum kemudian benar-benar tak berdaya dam membiarkan kegelapan mengambil alih, menjatuhkan kepala ke tanah. Dirga menoleh ke arah kaki kanan gadis itu yang masih merembeskan darah. "Kita hanya perlu membiarkannya. Tak akan menunggu lama sebelum dia mati kehabisan darah," ujar Clay, mengamati tangan Dirga yang sudah mengenakan sarung tangan. Tak perlu ada sidik jari yang akan merepotkan. "Dan ini daerah terpencil. Jejak kita akan hilang oleh hujan dan panas." Dirga terdiam. Sekali lagi menatap wajah gadis itu yang mulai pucat. "Dan ini akan menjadi kematian yang mudah untuknya," dengusnya kemudian. Kematian yang diberikan Jimi jelas tidak berjalan mudah untuknya. Bayaran ini terlalu mudah. "Lalu?" Dirga merogoh saku di balik jasnya dan mengeluskan sapu tangan berwarna biru lautnya. Menggunakan kain itu untuk membebat kaki gadis itu. Lalu menggendong tubuh mungil si gadis dan berkata pada Clay, "Panggil seseorang untuk mengeluarkan pelurunya." Clay bekerut kening. "Kau akan menyelamatkannya?" "Ya, aku harus menyelamatkannya lebih dulu sebelum memberinya dan ayahnya hukuman, kan?" Seringai tersungging di ujung bibir Dirga. "Aku butuh pembayaran yang lunas dan mahal."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu