Ayana cewek biasa, yang gak biasa sahabatnya, royan.
Bisa di bilang mereka sahabatan dari kecil, ayana adalah anak baik, santun, ramah, murah senyum.
Kebalikannya ayana, royan badung, anak bandel, kerjaannya ngelawan guru sama orang tua, orang tua disini orang yang lebih tua, dia masih punya rasa takut sama ayahnya yang mantan perwira, dan ibunya yang super duper baik tapi jangan pernah kelawatan batas, jewerannya pedes.
Terus gimana sih dua manusia ini bisa aja jadi teman, lebih dari itu mereka sahabatan.
Bisa dibilang hanya ayana yang tahan dengan sikap dan sifat royan, royan udah berkelakuan bandel dari kecil, berawal dari keisengan royan yang menarik kunciran pink kesayangan ayana hingga putus, bukannya marah atau menangis, ayana minta tanggung jawab, yaitu royan harus menjadi sahabatnya selamanya.
DISCLAIMER
(18+)
Cerita ini ada yadong-yadongannya.
Gak ada dialog.
Yadong parahnya gak ada sampai mereka resmi kok.
Ku sarankan wahai kau manusia-manusia kerdil yang belum merasakan menggunakan baju bebas saat menuntut ilmu untuk menahan diri, cerita ini gak racy banget, tapi sayang-sayangannya banyak.
Ingat gengs yang ada di buku ini bukan untuk di contoh, tapi untuk diambil yang baiknya dibuang yang buruknya.
Yang terakhir, enjoy, hidup jangan dibikin susah, yang author tulis bukan berarti menggambarkan author yang sesungguhnya.
Keep your opinion to yourself, if what will comes out from your mouth is poison. Everybody has difference endurance to one pain. What doesn't kill you, can kill other people #StopBullying
[ #1 Angst • 7 Juli 2025]
[ #1 Lovetriangle • 22 Juni 2025]
[ #1 Emosional • 14 Juni 2025]
[ #1 Comingofage • 16 Mei 2025]
[ #1 Secretlove • 2 Mei 2025]
[ #1 Fiksiindonesia • 18 Agustus 2025]
[ #1 FWB • 15 Oktober 2025]
Ini adalah kisah dua orang yang sama-sama penuh luka, tapi juga sama-sama keras kepala dalam mencinta, dengan seluruh keberanian mereka.
Mereka mencintai dengan membangkang pada ketakutan mereka sendiri. Dengan ego yang saling melukai. Dengan kesetiaan yang beralasan satu janji.
Ada yang indah dari cara mereka tetap saling merawat, meski semesta belum memberi tempat.
Ada yang memilukan, tapi juga mengharukan, dari cinta yang bertahan bukan karena segalanya baik-baik saja, melainkan karena mereka berdua memilih untuk tidak menyerah.
Mereka tragis. Tapi juga manis.
Mereka tulus. Tapi jalannya tidak mulus.
Dan mungkin, itu justru lebih menyakitkan daripada hubungan yang hancur karena benci. Sebab, dalam cinta seperti ini ... yang paling menyesakkan adalah tahu bahwa mereka saling mencintai, tapi tidak yakin, apakah cinta itu cukup untuk menyelamatkan mereka dari semua ini.
---
Ini bukan cerita singkat. Tokoh-tokoh di dalamnya tidak hadir sekadar untuk lewat.
Mereka tumbuh perlahan, jatuh pelan-pelan, lalu bangkit dengan cara yang hanya bisa dipahami jika kamu bersedia bertahan.
Tulisan ini panjang karena mereka layak diceritakan dengan utuh.
Setiap bab, setiap percakapan, setiap jeda, dibangun untuk mengenalkan mereka apa adanya: rapuh, egois, lembut, lucu, menyebalkan, dan menggemaskan.
Jika kamu bertahan sampai akhir, satu hal yang pasti akan terjadi adalah ... kamu akan menyayangi mereka, mungkin bahkan lebih dari yang kamu kira.