I'm a blue-violet person

I'm a blue-violet person

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 4, 2018
Terlahir sebagai orang yang memiliki aura berwarna biru-ungu atau biasa dibilang indigo bukanlah hal yang menyenangkan, tapi bukan juga hal yang menyedihkan. Terkadang, idigo dikaitkan hanya dengan hal mistis. Namun, sebenarnya tidak itu saja. Di cerita ini kalian akan dibawa ke dalam suasana menjadi 'blue-violet person' Mulai dari kisah persahabatan,cinta dan keluarga.. Happy reading guys, it's my first story :)
All Rights Reserved
#318
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Badboy! (AbhiAbi)
  • ALBIRU || Huang Renjun
  • UNGU ✓
  • NADIRAEFAL
  • Strong Girl Michella (END)
  • Deep Blue (END)
  • [✓] Blue | HUENINGKAI
  • Queen Mafia & Demon

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines