Utopie : Energie

Utopie : Energie

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 17, 2018
Utopia membuat kami lupa akan dunia luar. Ketika dipertemukan dalam sebuah kompetisi, kami tahu bahwa semakin banyak kita tahu, semakin kita merasa kecil. Utopia memang menyelamatkan kami dari kejamnya dunia. namun ketika kami dihadapkan dengan dunia itu, apakah yang kami pelajari dapat membantu.
All Rights Reserved
#397
science
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Redup [FIN]
  • 118 days  [hiatus]
  • I DID IT OUT OF FRIENDSHIP (END)
  • We | Im Changkyun ✓
  • Bukan di Negeri Sendiri
  • You Only See
  • WAW : Who Are We?
  • SPEAK NOW
  • Fantasy World
  • Feel My Heart, Neo [Na & Neo]

Air yang tenang justru menenggelamkan lebih dalam. Terbiasa mendapat perhatian banyak orang tidak membuatnya benar-benar tahu seperti apa rasanya diperhatikan. Menjadi figure skating hampir sepuluh tahun tidak menjadikannya merasa puas. Malam-malam yang ia habiskan dengan berseluncur diatas es tidak menghilangkan kekosongan dirongga dadanya. Tidak membuatnya merasa cukup. Sagara tidak pernah merasa cukup. Lalu ketika seorang anak menawarkan persahabatan, ia tergoda. Tak tahu bahwa anak itu justru sama berantakannya. Tidak cukup dengan mereka berdua, satu lagi sahabatnya justru memiliki hidup yang sama gelapnya. Sagara pikir, persahabatan mereka akan menyenangkan. Seperti yang ia lihat pada anak-anak lainnya. Tapi tidak. Persahabatan mereka penuh darah. Tidak seperti pelangi yang berwarna-warni. Hanya ada hitam. Gelap dan mematikan. --- Cerita ini Spin-Off Penghujung Malam. Bisa dibaca terpisah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines