Muhasabah Diri

Muhasabah Diri

  • WpView
    LECTURES 8,360
  • WpVote
    Votes 312
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mai 25, 2019
Matahari terus berputar pada porosnya. Tenggelam di ufuk barat, menggantikan dengan hari yang baru. Jarum jam tetap setia pada detiknya, terus melaju seiring bergulirnya sang waktu. Hidup itu tentang suatu perjalanan. Kita bagaikan seorang Penggembara, menjelajahi setiap sudut kehidupan di dunia. Begitupun Kamu, setiap ayunan langkah kakimu meninggalkan jejak-jejak sejarah dalam hidupmu. Yang jadi pertanyaan adalah, apakah jejak yang kamu torehkan membawa kebermanfaatan untuk dirimu sendiri dan orang lain? "Hidayah itu mahal, menjaganya sangat sulit. Tak semua bisa merasakan nikmatnya hidayah. Keep Istiqomah." ------- Sekumpulan cerita oneshot. Serangkaian kata penggugah jiwa, untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. ❤❤ -By: T.Wijayanti-
Tous Droits Réservés
#443
catatan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Surga untuk Air Mata
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • Pengingat Diri
  • Kembali Ke Orbit
  •  Manhaj Salaf
  • Anugrah Azizah
  • Ya Rabb Beri Kami Hidayah-Mu
  • Assalamualaikum Calon Pilot [END]
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah

Setiap manusia memiliki kesalahannya masing-masing. Tak ada satu pun yang benar-benar sempurna. Dan tak ada pula yang sepenuhnya terbebas dari khilaf, dari dosa, dari luka yang ia ciptakan sendiri... atau yang ia warisi tanpa pernah memintanya. Begitu pula dengan seorang gadis yang masih terjebak dalam kebingungan tentang dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus melangkah, tidak tahu arah mana yang layak ia sebut sebagai tujuan. Di antara sunyi dan gelap, ia bertanya... apakah dirinya masih pantas untuk diampuni? Apakah kesalahan dan dosa yang menempel di hatinya masih bisa dimaafkan? Hidupnya terasa seperti berjalan di lorong panjang tanpa cahaya. Tanpa penerangan. Tanpa pegangan. Tanpa payung yang mampu melindunginya dari derasnya hujan kenyataan. Ia hidup, namun seolah tidak benar-benar memahami untuk apa ia hidup. Ia melupakan kewajiban, mengabaikan panggilan hati, hingga perlahan kehilangan jati dirinya sendiri. Dan ketika seseorang kehilangan dirinya... apakah masih ada jalan untuk kembali? Publish : Juni 2024 The End : Juni 2024

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu