Who Are We?

Who Are We?

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 13, 2018
Dengan ragu-ragu Zira melangkahkan kaki ke arah Ara yang sedang diam terduduk di taman sekolah. Dia berdiri di belakang Ara. Lidahnya terasa kelu untuk berkata, tapi ia tetap menjelaskan "Maafin aku, Ra. Aku ga ada maksud buat ngrebut orang yang kamu cinta. Tapi sungguh, aku ngga ada perasaan sama sekali ke Aza." "Aku kecewa sama kamu, Zir" Tubuh Zira membeku. Seakan dia berada di kutub utara. Entah mengapa dia merasa sangat bersalah karena telah dekat dengan Aza. Ara, teman kecil Zira yang sudah 10 tahun bersahabat, tetapi baru kali ini dia memperlakukan Zira seperti musuhnya. Akankah persahabatan mereka yang telah lama itu kembali bersatu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • G E L V A N
  • FAKE BOYFRIEND [Completed]
  • Cinta Terpendam Sahabat
  • You And Me, Can We? [On Going]
  • Perfect love (SELESAI)
  • When Two Hearts Collide
  • CINTA ITU INDAH YA?

[Sudah Terbit di Guepedia Publisher] Dm IG @jihadinraz_ untuk pembelian buku. Atau chat WhatsApp ke no. +62 888-0821-8835 - "Pertemuan kita memang sudah menjadi bencana sejak awal." Bertemu dengan gadis keras kepala seperti Thalea Aqeela adalah hal yang paling menjengkelkan dalam kehidupan Gelvan. Begitu pula dengan Thalea. Di matanya, sosok Gelvan Ardhian adalah cowok paling menyebalkan, cuek, dan terlalu seperti 'kutu buku' yang pernah ia temui. Tapi bak kata pepatah, "Jangan terlalu benci, nanti sayang." Apakah pepatah itu akan berlaku pada mereka? Apakah perasaan benci itu hanya sebuah kedok untuk menutupi rasa suka yang dirasakan keduanya? Akankah semua sumpah serapah yang diucapkan keduanya berubah menjadi ungkapan perasaan? - Mengandung adegan dewasa & kata-kata kasar. Be a wise reader, ok? Plagiarist? Just go away. I don't want u here, btch. I used my own mind to write this. Cuma cerita klise. Mau baca? Terima kasih banyak. Enggak mau? Ya angkat kaki. Se-simpel itu. Jangan samakan dengan cerita lain, karena ini murni pemikiran sendiri. Enjoyy-!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines