We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta, Untuk Siapa?

Cinta, Untuk Siapa?

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 17, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Hidupku berjalan seperti ini; Ada dua anak laki-laki dalam kehidupanku dan Aku mencintai mereka berdua. Yang pertama adalah sesuatu yang menghangatkan serta menyilaukan bagai sinar matahari dan dia adalah sumber kebahagiaan menurutku, karna dengan hanya melihatnya membuatku tersenyum tak karuan. Dan laki-laki satunya adalah definisi dari semua kegelapan dan rasa sakit, dia merasa seperti orang yang terluka dan rasa dingin yang menusuk ketika melihatnya. Namun, aku merasa dunia terasa nyata bersamanya. Mana yang sebaiknya aku pilih untuk kisah cintaku? Sultan yang merupakan matahari untukku? Atau Fero yang merupakan badai kehidupan untukku?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADEEVA
  • Shabab, Sang Kyai Muda
  • choice ;
  • PORTRAIT ☑
  • [END] Blind Rainbow
  • Fre & Fer (Sudah Terbit)
  • Cold Girl (End)
  • Only You
  • The One That Got Away
  • If I Stay [Published]
ADEEVA

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dalam hidup kita akan dihadapkan pada kenyataan yang menyenangkan bahkan yang menyakitkan, tapi kita tidak bisa menghindar dari semua kenyataan itu. Selain itu dalam hidup juga kita akan dihadapkan pada tantangan yang mungkin akan menyulitkan langkah kita, namun dengan semua tantangan itu hidup akan terasa lebih baik. Abigail Adeeva Afsheen, sumber kebahagiaan yang menyenangkan seperti cahaya bintang. orang tuaku memeberi nama itu agar aku dapat berbahagia nantinya tapi kebahagiaan seperti menghilang dari hidupku. Aku sempat berfikir dalam hidupku hanya terdapat sedikit kebahagiaan dan dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan, tapi dengan berjalannya waktu aku bisa memahami masalah terbesar dalam hidupku yaitu aku kurang bersyukur, aku selalu menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang menimpaku selama ini sampai aku tutup mata dengan semua yang telah aku miliki, menutup mata terhadap orang-orang disekitarku yang menyayangiku dan terlalu fokus pada orang-orang yang telah pergi dari hidupku, kedua orang tuaku dan kedua sahabatku. Tapi sejak aku bertemu dengan dia, aku bisa menikmati hidupku, aku belajar tentang yang namanya dewasa bersama dia, dia mengajariku banyak hal, mengajariku bagaimana cara bersyukur dan menikmati hidup yang sedang aku jalani, dari dia juga aku belajar bagaimana cara menyanyangi dengan tulus tanpa menuntut balasan apapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines