We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Diary untuk Nada

Diary untuk Nada

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Disaat teman-temannya sibuk mempersiapkan diri menyusun rencana masa depan, dia dengan santainya duduk manis menghadap pria berusia setengah abad dan bercerita sesuka hatinya tanpa sedikitpun menyinggung kata 'sekolah'. Disaat remaja seusianya sibuk mewarnai masa putih abu dengan manis dan mengesankan, dia sibuk menulis apa saja yang terlintas di benaknya pada kertas putih di bawah pengawasan pria setengah abad. Bahkan disaat hari kelulusan, saat dimana terjadi aksi coret-coret seragam dengan pilok dan spidol serta robek celana atau rok supaya terlihat keren. Dia duduk dengan tenang di sofa sembari memejamkan matanya. Tidur. Baginya, semua kenangan masa putih abu tidaklah penting. Yang penting dia bisa lulus sekolah dan memiliki ijazah. Tidak perlu mengukir masa putih abu semenarik mungkin bila pada akhirnya hanya akan saling berpisah dan berujung saling melupakan. berkumpul kembali dengan judul besar 'reuni' dan kembali berpisah. Itu tidak menarik. Yang menarik baginya hanya satu... bisakah dia mengendalikan dirinya hari ini untuk menghadapi hari esok?
All Rights Reserved
#495
diary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • DENNIES
  • LOVE in SILENCE
  • LIFELINE [End]
  • Kelabu Asa
  • BBS [1] Repitiendo [COMPLETED]
  • Juan [REVISI]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Sejenak Luka

•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~• "Ayah minta tolong ke Shena, pertimbangin permintaan Ayah kemaren." Paham akan maksud arah pembicaraan Zet, Shena masih diam. Menunggu Zet menyelesaikan ucapannya. "Kondisi Zoya semakin sering drop sekarang. Paling nggak kalau ada Zieldra di samping dia, Zoya jadi lebih semangat ngejalanin kehidupannya." "Tolong kabulin permintaan Ayah kali ini Shena, Ayah janji Ayah nggak akan minta apapun ke kamu setelah ini." Tidak seperti biasa Shena merespon permintaan Zet dengan senyum tulus kali ini, tanpa emosi, ataupun ujaran kebencian. "Ayah tenang aja, Shena bakal lepasin Zieldra kok, tapi nanti dulu ya Yah. Tolong kasih Shena waktu sebentar lagi." Raut binar kebahagiaan terlihat jelas diwajah Zet. Dirinya senang Shena mau berbesar hati merelakan orang yang dia sayang untuk Adiknya. "Kamu serius sayang?" "Iya Yah." "Tapi kasih Shena waktu. Shena juga nggak bakal lama disini. Tunggu Bunda ngejemput Shena dulu. Dan saat itu Zieldra bakal jadi milik Zoya sesuai dengan permintaan Ayah." jawab gadis itu tenang, tak lupa senyum tulus dia sunggingkan. ~•~•~•~•~•~•~•~•~• •~•Star 08/07/2022•~• •~•Finish 22/08/2022•~• ~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• ⚠️follow dulu sebelum baca. ⚠️Murni karya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, atau jalan cerita. ⚠️Belum revisi. Maaf typo bertebaran •••••RANK••••• # 3 fiksiremaja # 2 fiksiremaja # 1 brother

More details
WpActionLinkContent Guidelines