Gadis Embun Pagi

Gadis Embun Pagi

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 20, 2018
Hanya sebuah kisah rasa kagum yang teramat dalam gadis embun pagi dibulan mei pada laki-laki Februari yang pandai bersyukur dan melukis dunia dengan senyuman paling tulus bagi siapapun yang pernah melihatnya. Namanya Febri, tampan dan sangat menyayangi ibunya. Entahlah apakah rasa tulus itu akan terbalaskan.. Yang jelas baca sampai akhir yaa readers? Salam sedalam sanubari dari penulis Jangan lupa vote dan komennya ya? Novel ini kupersembahkan untuk Tuan Februari
All Rights Reserved
#10
mei
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pria Terakhir (SELESAI)
  • Chasing After Lowful Love (Completed)
  • HELLO, ASHEL!
  • Perjodohan  [ fresha]
  • Sebuah rasa (TAMAT)
  • Jodoh Gue!!! [END]
  • Ana Uhibbuka Fillah(Imam Pilihan Abi) [TAHAP REVISI]
  • BimaNiken✔
  • PERJODOHAN  (FRESHA)
  • Takdir Yang Tertulis [End]

Warning ! cerita ini bergenre GayRomance jadi buat yang homophobic silahkan menjauh! Sinopsis : Febri atau dipanggil Bri mencoba untuk mengulang semua kenangan yang dialaminya tiga tahun yang lalu di sebuah PT perkebunan kelapa sawit dengan cara mengunjungi tempat itu kembali. Dia pun bertemu kembali dengan teman-temannya, juga bertemu dengan Josua, seorang pria yang tiga tahun lalu telah membuatnya jatuh cinta. Tapi bisakah dia mendapatkan cinta Josua yang ternyata telah bertunangan? lalu bagaimana dengan Ricky? seorang temannya yang diam-diam menyimpan rasa padanya. Apakah Febri mau menerima perasaan Ricky? Siapakah yang akhirnya menjadi pria terakhir yang berlabuh di hati Febri? Semua akan terjawab di kisah ini. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tempat maupun tokoh. Semua ini hanyalah fiksi dan imajinasi penulis semata

More details
WpActionLinkContent Guidelines