Story cover for ADYRA by zkrsbila
ADYRA
  • WpView
    Reads 1,928
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 1,928
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 10
Complete, First published Mar 14, 2018
"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. 

"Pede bego." Ceplos Dyra.

Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy.

"Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk.

"Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut.

"Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun.

Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka.

Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." 

"Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra.

Story @ZikraSalsabila😊😍.
All Rights Reserved
Sign up to add ADYRA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Because ILY [Completed] by RikaAnanda786
51 parts Complete
Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa
Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End) by Nin_farr
35 parts Complete
Sang gadis bernama Aca Putri Ramadani harus menghadapi masalahnya sendiri dan memendam apa yang ada pada hatinya. Ia sudah di gagalkan dengan percintaan dan keluarganya kecewa atas pilihannya Jika menjadi Aca, kalian mungkin akan merasa kebingungan dan tidak tau harus memilih pilihan yang mana --- "Kita putus ya ca.. gua di suruh ke Amerika sama nyokap gua dan Lo juga mau di jodohin sama ayah Lo kan" Arka menatap wajah Aca dengan melas seolah tidak mau kehilangan Aca "T-tapi kaaaa.." *** "Lo putusin pacar lo sekarang" ucap Zakhy degan keras "Gua nikah atas dasar terpaksa, ini semua sala Lo" bantah Aca *** "Gua kecewa sama Lo ca" ucap Ici dengan mengepalkan tangannya "Ayah gak marah sama kamu, tapi Ayah kecewa" ucap ayah "Apa apaan ini? Bunda marah dan kecewa sama kamu ca" ucap bunda di penuhi dengan amarah *** "Ter, Lo marah dan kecewa sama gua kan pasti" Aca berusaha agar tak menangis di depan Luter, tapi apa dayanya ia malah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan Luter Luter melepaskan pelukannya dengan menghapus air mata Aca "gua gak marah dan gak kecewa sama Lo ca, tenang aja gua berpihak ke Lo" *** "Kalian jahat! Kenapa kalian tutupi semua ini dari gua hah?" Tak menyangka, salah satu temannya menutupi masalah ini dari Aca Ninzha hanya terdiam, detik selanjutnya ia membuka pembicaraan "aku gak mau kamu sakit hati ca" "Ca, Lo harus sadar! Gua tutupi semua ini dari Lo karena gua juga masih mikir perasaan Lo ca" ucap Via. Di dalam hatinya merasa bersalah karena telah menutupi semua ini dari Aca *** Ditengah derasnya hujan dengan suara petir serta hembusan angin yang kencang mewakili hati Aca yang sakit "ARGHH!!" "Kenapa semua masalah harus datang ke gua? Kenapa gak dia aja!" --- Jadi itulah ringkasan ceritanya.. yuk buruan baca kalau kepo akan bab lengkapnya! Happy reading guys.. Walaupun di depan sad, nanti di belakang bakal happy ending deh 💕Okey thank you everyone 💕
SECRET  by shintyasiregar
81 parts Complete
gadis periang yg super jail berambut pirang berkulit putih dengan polesan lipbalm dibibirnya kini sedang duduk dibangku kelasnya, menundukkan kepalanya namanya shintya allexi, panggil aja shintya. kini ia menguap tanpa disadari sahabat karibnya sedang memotret raut wajahnya yg masih keliatan ngantuk berat dengan gaya mulut yg ngangak membentuk huruf O "eh lu apaan sih de, ih ngeselin banget tau gak" teriak shintya yg langsung menutup mulutnya sambil ngejar dea sahabat dari smpnya mereka emang kayak tom and jerry dan terkadang sedekat nadi, udah kayak kakaadek, emakanak. sampai semua orang iri melihat persahabatan mereka "wlee sini kejar gue kalau bisa" dea menjulurkan lidahnya bukan shintya namanya kalau mudah menyerah "tau ah. males gue liat lu" shintya duduk dibangku yang ada dilapangan sekolah barunya itu sambil melipat tangannya didada dengan muka ngambek "yah lu gitu aja marah kayak kak ros aja deh lu" kata dea menghampiri shintya dea meletakan handphonenya di saku, saat dea memperbaiki tali sepatunya yang lepas, saat itu lah shintya kesempatan ngambil handphonenya kemudian menghapus fotonya dengan sigap "ahelah lu pura-pura ya kutu kumpret sialan lu ah" kata dea sembari menggelitik leher shintya yg gak bisa disentuh karna dia mudah kegelikan "ampun de ampunnn.." pinta shintya yang terus berusaha melepas genggaman dea tanpa disadari seorang cowok melihat aksi kedua sahabat itu sambil tersenyum tipis, sepertinya itu abang kelas shintya dan dea . . hayy gimana dengan prolognya? kira kira siapa ya cowok itu dan apa yang terjadi selanjutnya ikutin terus yaaa ceritanya, semoga suka:) Btw ini cerita pertama aku😋 📌instagram: @lara_dulu
You may also like
Slide 1 of 10
F A K E ? [End] cover
Because ILY [Completed] cover
Ketraka Mafy cover
Arsyilazka cover
She Pluviophile cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED] cover
Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End) cover
SECRET  cover
AZKARA dan KANIA (End) cover

F A K E ? [End]

58 parts Complete

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]