ADYRA
  • WpView
    Reads 2,052
  • WpVote
    Votes 90
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Gue tau,lo pasti mikir gue sakit hati apa ngak sama ledekan lo tadi pagi disekolah. Udah deh ngak usah pake ngeles segala." Jelas Azka panjang lebar,Dyra berpikir apa Azka bisa membaca pikiran orang?. "Pede bego." Ceplos Dyra. Maudy yang melihat percekcokan antara dua insan didepannya pun berdehem. Dyra dan Azka melihat kearah Maudy. "Lo berdua kalo mau pacaran bilang dong,jangan buat gue nunggu. Tau gini gue balik luan." Maudy pura - pura merajuk. "Hah,pacaran? Are you okay?." Tampak wajah Dyra terkejut. "Iya jadi ini baru jadian. Lo tau kan kalo temen lo ini gampang merajuk,dan sok jual mahal." Azka mengatakan seperti otang polos yang tanpa dosa sedikitpun. Dyra ingin protes dengan perkataan Azka barusan,namun mulutnya langsung dibekap oleh Azka. Maudy tampak mengerutkan dahinya." Kenapa lo ngak bikang gue Ra?." "Dia malu,makanya dia nyuruh gue yang bilang." Sembur Azka. Dyra sudah geram melihat tingkah Azka,mulutnya memang masih dibekap dengan tangan Azka,namun pikirannya tidak. Dyra memiliki ide. Dia langsung menginjak kaki Azka,sehingga Azka meringis dan melepaskan bekapannya dimulut Dyra. Story @ZikraSalsabila😊😍.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Ketraka Mafy
  • Be Yours
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Because ILY [Completed]
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • My star
  • Don't Talk About Money
  • Psychopat [SELESAI]
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines