L Á T H O S

L Á T H O S

  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 6, 2021
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Ikut gua"gigi Gio bergemelutuk menahan amarah. Gio menarik tangan Theresha. Bagaimana tidak marah melihat Aldo mencium pipi Theresha melihatnya saja sudah membuat darahnya mendidih. Theresha yang ditarik oleh Gio mengatur jantungnya yang berdegub kencang saat ini. "Fuck" teriak Gio ketika sudah sampai di belakang sekolah seperti gudang. Gio menyudutkan tubuh Theresha di sudut dinding lalu mengunci Theresha dengan kedua lengannya dengan jarak tubuh yang hanya menyisakan beberapa centi saja. "Bilang sama gua kalau lo gak bahagia saat ini, " lirih Gio sambil mengusap bekas ciuman Aldo di pipi dengan tatapan terluka. Theresha tau tatapan terluka itu untuknya. Gio mendekatkan wajahnya sampai hidung Gio menyentuh hidungnya. "Jawab pertanyaan gua lo bahagia?" Theresha menatap dalam mata hitam indah milik Gio. "Gua bahagia, " jawab Theresha lirih. Ia tak kuasa menahan air mata yang siap jatuh. "Gua egois ya Sa, " tanya Gio sambil memundurkan tubuhnya. Theresa langsung memeluk tubuh Gio erat dengan bahu bergetar Theresha mengeleng menolak perkataan Gio dengab air matanya yang sudah tidak dapat di bendung lagi.
All Rights Reserved
#131
friendshit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • ARGI [END]
  • Along The Wound (Tahap Revisi)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Trust Me
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Aderaga [ON GOING]
  • Unmyoung❤ [On Going]

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines