DERABELL

DERABELL

  • WpView
    Reads 568
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Ini cerita ku, Sebelumnya, Aku tidak pernah membayangkan akan mengenalmu, bahkan aku tidak pernah melirikmu sedikitpun. Hingga saat nya tiba, aku dan kamu saling mengenal. Jujur saja, kamu datang disaat yang begitu tepat. Awalnya aku tidak ingin menaruh harapan karena aku tau itu tidak baik. Tapi seiring berjalan nya waktu aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Iyaa, aku telah luluh dan dengan mudah aku jatuh hati kepadamu. Tapi aku selalu mencoba untuk mengendalikan rasa ku. Tapi aku gagal, hingga aku begitu yakin dengan perasaanmu. Hari berlalu dengan cepat, hingga waktu untuk pergi pun tiba. Apa yang kamu pikirkan pada saat itu? Kamu pergi seolah aku tidak pernah ada dikehidupanmu. Berfikirlah, bagaimana perasaanku saat itu? Untuk bertanya pun aku terlalu takut tak ada jawab. Aku yang tak pernah berfikir jika kamu akan pergi. Mungkin aku yang bodoh disini, harusnya dari awal aku menyadari "kamu yang terus menghindar" bukan kamu yang "sedang merasa lelah". Seharusnya pada saat itu aku tidak perlu repot-repot berfikir positif bahkan memahami semua perlakuanmu, itu hanya membuatku sakit. Berbicaralah dengan jujur bukan dengan menghindar seakan akan kamu bersembunyi, itu hanya membuatku semakin lelah. Percayalah, aku melewati itu dengan tidak mudah. --
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • Aerilyn
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Bulan [End]
  • Sebuah Rasa
  • CATUR [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • (1) HIM ✔

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines