Venuela

Venuela

  • WpView
    Reads 82,782
  • WpVote
    Votes 2,025
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo yakin lo cewek tulen? Muka lo polos banget, bedak aja gak pakai. Dada juga rata," ujar cowok. "Sh*t! waktu gue terlalu berharga untuk meladeni cowok mesum kayak lo," ujar cewek sambil berlalu. "Dih ... songgong banget! Berapa harga lo sejam?" "Sorry, gue bukan cewek yang bisa dibayar!" "Siapa dia?" tanya cowok itu kepada recepsionis yg sedang berjaga. "Namanya ..., dia akuntan baru," jawab sang recepsionis. "Oh ya ... yang saya tahu Pak ... mengaji pegawainya untuk bekerja, bukan untuk memamerkan belahan dadanya!" ujar cowok itu sambil berlalu. *** Si cewek ceritanya mau pergi makan siang menemui teman-temannya.
All Rights Reserved
#14
veve
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • FAT(E) LOVE
  • jangan galak dong, pak!
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • My Intoxicating boss
  • Gara-Gara Tas, Aku Jadi Sasaran
  • Crazy Marriage
  • CEO'S SECRET (COMPLETED )
  • YES, BOSS ! (SELESAI)

[21+] Ada adegan dewasa yang eksplisit! Dia terbiasa memegang kendali-di ruang rapat, di ranjang, bahkan di hati wanita-wanita yang cuma mampir sementara. CEO muda berusia 27 tahun ini bukan hanya tampan dan tajir, tapi juga tahu persis bagaimana membuat wanita kehilangan akal sehat... dan pakaian. Lalu datanglah asisten pribadinya. Gadis polos dengan mata bening, rok selutut, dan nada bicara sopan yang justru menggoda naluri liarnya. Ia tak pernah menyentuh karyawan-sebelumnya. Tapi gadis ini? Dia terlalu lugu untuk dunia yang penuh jebakan seperti ini. Terlalu mudah diprovokasi. Terlalu manis saat menunduk. Dan terlalu cepat basah hanya karena satu bisikan di telinga: "Lembur di tempatku malam ini." Semula hanya permainan dominasi dan hasrat. Namun yang tak mereka sadari-ada batas tipis antara nafsu dan rasa. Dan begitu keduanya terjerat, tak ada yang bisa keluar tanpa luka... atau tanpa klimaks yang berulang-ulang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines