Untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun, akhirnya gadis itu bisa merasakan hangatnya terik matahari.
Merasakan hembusan angin yang menerpa kulitnya yang begitu pucat.
Menatap indahnya langit biru, berjalan diatas tanah dengan gesekan gesekan rumput.
Mendengar berbagai macam melodi indah yang ada disekeliling nya.
Untuk pertama kalinya, akhirnya gadis itu bebas.
Tidak ada hamparan kapas putih dingin yang ada disetiap pandanganya.
Tidak ada kesunyian abadi yang selalu menemaninya.
Tidak ada mimpi buruk yang selalu terulang ulang dalam tidur panjangnya.
Tidak ada hawa keberadaan es yang selalu membuat tubuhnya mengigil.
Tidak ada penjara dingin yang akan mengurungnya.
Kini dia telah bebas.
Kini dia bisa menjalani hidup yang lebih baik bersama mereka. Orang orang yang telah membebaskan dirinya dari tidur abadinya.
Bersama dengan mereka, dia akhirnya bisa merasakan kembali semua perasaan yang telah lama ia lupakan.
Seperti... Cinta.
***
Updated tiap hari MINGGU.
jika ada kesamaan dalam nama, judul, atau jalan cerita, itu hanya ketidak sengajaan belaka.
Vote sebelum membaca, dan Komen setelah membaca.
pastikan memberi kritikan dengan saran.
Don't copy my story!
Jika ada cerita yg Mirip, Mizu akan melakukan pembicaraan dengan sang Author, jika cerita itu lebih dulu ada sebelum cerita Mizu, maka Mizu akan Unpub.
Berlaku juga sebaliknya, jika cerita Mizu lebih dulu, maka Mizu meminta agar cerita itu di unpub.
Sekian terima kasih.
Dalam novel dewasa berjudul Aggressive, Peony adalah tokoh figuran dan 'mainan ranjang' sang antagonis gila sekaligus second male lead; Kaisar Khezar. Di awal cerita, Peony mati dibunuh Kaisar dalam keadaan mengandung buah hati mereka.
Peony, yang namanya sama dengan tokoh tersebut, hidup kembali sebagai Peony dalam novel Aggressive dan memilih untuk mati lebih awal daripada harus menjadi budak Kaisar yang ujung-ujungnya akan tetap mati juga.
Hanya saja Peony takut bunuh diri sehingga yang dia lakukan adalah mengganggu Kaisar Khezar agar Kaisar marah dan langsung membunuhnya.
Tapi ...,
"Yang Mulia, tolong bunuh aku!" teriak Peony. "Bunuh saja aku!"
"Apa kau bilang? Cium?" Kembali Khezar mendaratkan ciuman singkat di bibir Peony setelah beberapa ciuman sebelumnya. "Sudah. Mau lagi, hm?"
Bukankah Kaisar Khezar benar-benar gila?
@kandthinkabout