Secret Admirer

Secret Admirer

  • WpView
    Reads 2,495
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Sat, May 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tentang rindu yang tak terbalaskan, tentang cinta sepihak, tentang perasaan yang dilarang. " Gue..... Su.... suka sama lo." Ucap Bulan sambil menunduk. " Jangan.... jangan suka ke gue." Jawab Bintang. Bintang tetap diam memandang ke arah bola mata Bulan dengan lekat. Bintang tak kunjung menjawab akhirnya Bulan berbicara kembali. "Gue nyesel udah ngungkapin perasaan gue, tapi gue ga pernah nyesel suka sama lo." Ucap Bulan dengan suara gemetar. Check it out yo!! Start : Mei 2018
All Rights Reserved
#142
bertepuksebelahtangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • BULAN (END)
  • Because I'm Stupid (End)
  • BulBin (END)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Auristela
  • Estrella Lunar
  • Antara Bulan dan Bintang
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • BINTANG&BULAN

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines