PLAYBOY MEET LOVE

PLAYBOY MEET LOVE

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2019
"Denger ya! Jangan mentang-mentang lo ganteng, dan famous. Lo bisa seenaknya mainin hati orang!" Anya beranjak dari ruang olahraga Indoor. Tiba-tiba Alan tertawa, membuat Anya berhenti dan mengerutkan keningnya. Bingung. "Secara gak langsung lo ngaku juga kalo gue itu ganteng" Alan tertawa setelahnya, seperti tak berdosa. Anya mendengus kasar, susah memang berbicara pada orang yang masuk kelas saja jarang. Anya kembali melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan. "Tapi gue serius An. Setelah kenal lo, hati gue gak se bercanda itu. Gue.. Beneran serius sama lo" Tubuh Anya terasa membeku, entah mengapa jantungnya berdegub tak biasa. "Bullshit!" Anya kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Alan yang masih terdiam dengan senyum mirisnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AIRen
  • CANVAS PERSAHABATAN (TAMAT)
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • ELANG
  • Kamu
  • Asia (Ataraska)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • ARGANTARA (HIATUS SEMENTARA)
  • [DEARY AZA]
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

More details
WpActionLinkContent Guidelines