We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pendekar Kembar

Pendekar Kembar

  • WpView
    Reads 2,855
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 23, 2018
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Pada saat itulah dua pelayan masuk membawakan minuman, mereka adalah Jun-khim dan Tong-wa. Ketika mendadak melihat di dalam kamar berdiri dua orang Kongcu kembar, seketika mereka menjerit kaget, cangkir jatuh dan pecah berantakan. Kan Ciau-bu menarik muka dan cepat membentak, "Berteriak apa? Apakah minta kurobek mulut kalian?" Karena takut, Jun-khin dan Tong-wa tidak berani menjerit lagi, cepat mereka berjongkok dan membersihkan beling cangkir yang pecah itu. "Lekas enyah!" segera Kan Ciau-bu meraung pula. Belum selesai membersihkan lantai, terpaksa kedua pelayan itu berlari keluar. "Kenapa kau begitu bengis terhadap mereka?" kata Yu Wi dengan gegetun. Kan Ciau-bu menjadi gusar, teriaknya, "Tidak perlu ikut campur urusanku!" Dengan tenang Yu Wi memberi nasihat, "Apabila perangai Inkong dapat berubah lebih ramah sedikit, kan jadi lebih baik? Mengapa mesti bersikap keras sehingga kaum hamba takut padamu, sampai-sampai adikmu sendiri juga takut padamu." "Hm, kau tahu apa?" jengek Kan Ciau-bu, "Jika aku bersikap ramah, mungkin sudah lama aku tidak hidup di dunia lagi."
All Rights Reserved
#5
khulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pusaka Gua Siluman - ASKPH
  • Bentrok Antar Pendekar - Khu Lung
  • Cinta Kelabu Seorang Pendekar aka Anak Berandalan (Xiao Shi Yi Lang) - Khu Lung
  • [END] Wanita Cantik Memukau di Tahun 1970-an Menikah dan Mengikuti Tentara
  • Pendekar Sejati : Golok Kelembutan (Wen Rui An)
  • Pedang Keadilan I
  • MY BOS IS MY (HUSBAND)-(YIZHAN) (END)✔️
  • [END] Jenderal Wanita Berubah Menjadi Putri Keluarga Kaya yang Berdarah
  • Maling Budiman Berpedang Perak (Gin Kiam Gi To) - ASKPH
  • Ayah Apa Salah Kami (Hiatus)

"Nona manis, kau hendak ke mana?" "Hendak memasuki dusun Kang-le-bun Ini, lalu menyeberang..." jawab Siok Ho acuh tak acuh, menahan kemarahannya melihat pandang mata orang yang begitu kurang ajar. "Hai, tak boleh menyeberang. Salah-salah kau bisa disangka mata-mata. Lebih baik hayo ikut ke pondokku, selain aman kaupun akan merasai kesenangan bersamaku!" Terdengar beberapa orang anak buah pasukan itu tertawa. "Ciangkun, aku sedang melakukan perjalanan dengan suamiku, harap jangan ganggu!" kata Siok Ho yang hampir tak dapat menahan kemarahannya. Baiknya ia masih ingat bahwa dia dan Siok Bun berada di daerah musuh, maka untuk menyelamatkan diri terpaksa ia mengakui Siok Bun sebagai suaminya. Muka Siok Bun menjadi merah mendengar ucapan ini, akan tetapi ia cepat-cepat menjura kepada Thio Sun sambil berkata, "Harap tai-ciangkun suka maafkan kami suami isteri yang hendak melakukan perjalanan menyeberang sungai...." Tadi mendengar bahwa nona manis itu adalah isteri pemuda itu, berkerut kening komandan itu dan jelas ia kelihatan kecewa. Akan tetapi mana ia mau mengalah begitu saja? "Kalian mau menyeberang? Tentu mata-mata musuh!" bentaknya tegas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines