Can You And Me

Can You And Me

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2019
Aku suka langit yg biru, ah tidak aku sangat menyukainya karena menimbulkan kelegaan saat melihat langit yang cerah, tapi sayang...langit tidak selalu biru pasti ada hujan yg turun dan awan yg mendung, tapi bukan berarti aku tidak menyukai hujan, hujan itu penting dan memiliki makna... ~agatha aurora lizya Hidup ini harus tertata rapi, oleh sebab itu peraturan penting. Tidak hidup dengan semena-mena seperti orang kebanyakan, dasar orang yg rendahan... Menurut kalian Hidup ku mebosankan? Hehh... tidak yg ku lakukan ini tidak salah, apa yg ku lakukan ini benar!!. hidup ini harus sesuai aturan aku tidak suka semua yg tidak beraturan, semua berjalan lancar sesuai aturan sampai... Dia ~ abigael yuendras victor -------------------------------- Abigael terkejut melihat perubahan perempuan yg ada di depannya yg berbeda dengan beberapa waktu lalu tapi menutupinya agar terlihat biasa saja. " ayo, kita harus bergegas" kata bigael " baik pak" jawab lizi dengan tak kalah datarnya. .... Eitts eitts ini bukan cerita 17++ atau 21++ kok atau malah affair atau sejenisnya kok... eh affair... keknya gak ada sih tapi siapa tau keselip dikit mungkin ada?? Hehe tenang aja yg jelas ini merupakan salah satu cerita dimana sekenario yang menjadi alasan untuk sebuah pertemuan.... V~)
All Rights Reserved
#875
pertemuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pulchra Tempora
  • My Bride 2 (Tamat)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • ISTRI SETELAH CINTA
  • Bukan Sekedar Kagum
  • Informed Consent
  • DIKANESHA
  • AURORA
  • LOVE, LUST, & LIFE DEMANDS - A Wattpad Romance by DIAN NITA S.

SEASON 2 DARI WORDS FOR YOU (IT'S YOURS) ... "Nikah tuh beneran nggak serem kan, Bang? Mbak?" tanyanya, suaranya terdengar setengah bercanda, tapi dengan sentuhan kecemasan nyata yang tak bisa disembunyikan. Albi dan Naisha saling bertukar pandang. Mereka tak hanya kakak yang lebih tua, tetapi juga pasangan yang sudah lama merajut kehidupan bersama. Mereka paham, ini bukan sekadar momen iseng Haikal. Ini adalah persimpangan besar dalam hidupnya, dan sebagai kakak yang baik, mereka tahu harus memberi nasihat, bukan menghakimi. Albi menghela napas pelan, mengendurkan bahunya sedikit, lalu menatap adiknya dengan tatapan penuh pengertian. Suaranya dalam dan tenang, seperti menimbang setiap kata yang keluar dari mulutnya. "Nikah itu bukan soal serem atau nggaknya. Lo mungkin mikir nikah itu kayak loncat ke sesuatu yang nggak lo ngerti, tapi sebenarnya itu lebih dalam dari itu. Pernikahan itu komitmen. Lo nggak cuma berbagi momen atau waktu, tapi berbagi hidup. Lo berbagi seluruh diri lo sama seseorang, bukan cuma sehari atau seminggu, tapi seumur hidup." Pemuda itu diam mendengarkan, bibirnya mengatup rapat. Albi melanjutkan, "Ada tanggung jawab besar di sana. Lo nggak bisa setengah-setengah. Lo harus siap, siap secara mental, emosional, siap jadi seseorang yang bisa diandalkan setiap saat. Karena ketika lo nikah, lo nggak hidup buat diri lo sendiri lagi." ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines