We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ONCE MORE

ONCE MORE

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 23, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang, aku diam membisu saat memikirkan bagaimana kelanjutan kisah kita. Kamu yang terlalu dingin, atau aku yang terlalu berharap padamu? Aku yang berdiri disini, menatap hangat dirimu yang sedang tertawa lepas di ujung sana. Mungkin kamu merasa sedang diperhatikan, kamu lalu menoleh kepadaku dengan wajah yang bingung harus mengeluarkan ekspresi seperti apa. Teman-teman mu yang menyadari keanehan dari tingkah aku dan kamu, lantas langsung ramai bersorak dan begitu banyak kalimat lainnya, termasuk hujatan. Aku yang berdiri disini, hanya bisa mematung tanpa tahu harus berbuat apa. Kamu yang menempatkanku diposisi seperti ini, bimbang tak menentu menunggu jawaban darimu, tolong jangan buat aku menyesal.
All Rights Reserved
#50
broke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • SalFlo
  • Kita Sembuh Bareng?
  • U are
  • Don't Cry
  • Memories in Moon
  • Semu [Completed]
  • Beautiful & Broken
  • Without You
  • Karena Aku Mencintaimu...

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines