Mumtahanah

Mumtahanah

  • WpView
    GELESEN 49
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Okt. 18, 2018
Wanita yang sedang diuji. Salah satu surah di juz 28. Juz yang sangat sulit dihafal, katanya. Dibandingkan dengan juz-juz yang lainnya. Meski tergantung personalnya, sih. Tapi kebanyakan memang begitu. Mama menamaiku tidak sembarangan. Tidak pula doa agar aku diuji terus menerus di dunia. Meski katanya, nama adalah doa. Karena bahkan, semua manusi memang diuji. Manusia langit yang sedang diuji di bumi. Ujian bukan selalu tentang kesedihan maupun hal buruk yang lain. Bahkan, kebahagiaan adalah ujian. Bagaimana tentang bersyukur dan bersabar. Lalu, seiring hidup, akan mengerti. Bahwa yang terdekatlah yang menjadi ujian sesungguhnya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Sinar Cinta Hulya
  • Cinta Dalam Mihrab Taat  (⚠TELAH TERBIT⚠)
  • Alhamdulillah Berjodoh
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • Cinta Untuk Nabila (SELESAI✔)
  • After You (Selesai) ✔
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • Kuterima Khitbahmu (TAMAT)
  • My Promise To Allah [END]✓

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien