Pengagum Vespa

Pengagum Vespa

  • WpView
    LECTURI 1,777
  • WpVote
    Voturi 99
  • WpPart
    Capitole 5
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare vin, iun 22, 2018
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Apakah boleh kita menyukai seseorang atau bahkan mencintainya? Dhita bingung dengan apa yang dia rasakan dari kemarin, aneh. Ini sangat aneh, dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Bagaimana bisa hanya dengan memikirkan orang itu pipi Dhita bisa memerah? Ini tidak benar, ada apa dengannya. Dhita pernah membaca buku tentang ciri-ciri orang jatuh cinta, dan salah satunya yang sedang dialaminya, pipi memerah saat membayangkan seseorang. Tidak, tidak, tidak. ini salah bukan? Mana mungkin Dhita menyukainya? Laki-laki aneh yang selalu mengeluarkan kalimat bijak konyol dari mulutnya dan selalu membuatnya jengkel dengan tawa nyaringnya.
Toate drepturile rezervate
#191
vespa
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Is LOVE
  • LABIRIN TAKDIR
  • Diary Kiara (On Going)
  • Eccedentesiast
  • IMPOSSIBLE
  • [TFS;1] Clarissa (end)
  • The Fall of Ladykiller
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • A Book Under The Blue Sky
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut