Hiraeth

Hiraeth

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo selalu bohong. Dan kali ini gue tanya, apa alasan lo?" Gadis itu tersenyum miris. "Memangnya apa peduli lo?" Sekarang laki-laki itu yang tertawa sinis. "Lo udah tentu tau jawabannya. Gue nggak perlu ngulang kan?" Kemudian gadis itu menghela napasnya. "Karena yang gue tahu, lo itu nggak pernah peduli." ------------------- Takdir memang begitu membingungkan. Terkadang ia begitu membahagiakan. Tetapi di sisi lain begitu menyedihkan. Dan Kiana harus berjuang demi mendapatkan kebahagiannya yang sudah lama mati.
All Rights Reserved
#211
tetangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Liora
  • Story About Him (SELESAI)
  • Amor Almira
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Fajar & Senja
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Shena Aquella {SELESAI}.
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines