Kilat Cahya Biru

Kilat Cahya Biru

  • WpView
    Reads 569
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 19, 2018
"Tiada Gading Yang Tak Retak" ≈Segala sesuatu tiada yang sempurna≈ "Pertama kalinya buat buku di sini, kumpulan puisi yang dulu ku simpan dalam buku deary. Sekarang ku coba memberanikan diri buat up di wattpad. Semoga pada suka ya,hehe.." "BUKU INI MURNI KARYA ≈ KAJE" VOTE + COMMENT -kalo mau di share pake #Kaje yaa- @kangjun_01 Ig : @kurnia_kj23
All Rights Reserved
#449
umum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Arvando Bramasta (End)
  • ❄ Kata-kata Remaja ❄
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Tepian Semu || Lilynn✅

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines