Teka-Teki Rasa

Teka-Teki Rasa

  • WpView
    Reads 5,185
  • WpVote
    Votes 223
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 4, 2020
Ini tentang Sepatah kata. Dirangkai dan kemudian menjadi sebuah kalimat penuh arti. Tentang sebuah rasa. Sebuah cinta. Sebuah rahasia yang tak mampu terucap. Akhirnya kupendam. Dan kucurahkan disini.. . . . Update kalau lagi mood :( Happy reading semua, jgn lupa voment 😚
All Rights Reserved
#29
hits
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Menanti dalam istiqomah
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • [3] My Wife Stella
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • Andai bisa
  • Renjana
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Aksara Rasa [ TAMAT ]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines