Kucing-ta kamu

Kucing-ta kamu

  • WpView
    Reads 444
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 28, 2018
Sewaktu SMA Aldi menyukai Amira beberapa bulan belakangan ini mereka bersahabatan, namun Aldi merasa mereka lebih dari sekedar sahabat. Saat Aldi menyatakan rasa kepada Amira, ia malah menolaknya ia lebih memilih Rio dibanding Aldi setelah Aldi tau tentang itu disitulah Aldi sangat kecewa terhadap Amira, Aldi merasa kalo cinta itu cuma bikin kecewa aja dan Aldi memutuskan itu tidak mengenal cinta lagi. Namun siapa sangka saat ia memasuki Universitas Aldi malah menemukan arti cinta sesungguhnya. Benarkah jatuh cinta akan membuat orang lupa akan segalanya? Terima kasih:))
All Rights Reserved
#250
jenaka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Lala untuk Ardi | Seni Mencintai Secara Ugal-ugalan
  • Pesan Singkat
  • ALANAALANKA. [ ON GOING]
  • Leo ✔
  • My Cute Assistant ( Delynn X Lily FanFic)
  • Spike !!! (JKT48 Gen 12 FANFICTION)
  • RAKA

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines