28 (Kapan Merit)

28 (Kapan Merit)

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Tue, May 15, 2018
udah umur 28 dan kamu masih jomblo?! bagaimana perasaanmu ketika temen satu angkatanmu udah gendong debay sementara kamu masih sibuk wara wiri sendiri, selfie sendiri, makan sendiri, semua serba sendiri? jleb. siapa sih yang nggak mau merit apalagi diumur yang bisa dibilang keramat buat cewek. 28!! se awet apapun wajahmu tetap tidak menjamin kebahagiaan mu. Itulah yang sekarang di alami oleh Sierra, wanita 28 tahun, jomblo , belum pernah pacaran. ketika pertanyaan "kapan nikah" berdatangan, Sierra cuma bisa meringis. Pacar aja belom punya, gimana mau nikah? andai pacar bisa di download dengan kekuatan sinyal 4G telkomles, pasti aku sudah nikah dari dulu! Cinta yang selalu bertepuk sebelah tangan juga menjadi penyebab wanita satu ini belum juga merit. Program Ta'arufan ala ala pun gagal total. Salahnya dimana sih? Entahlah. Lalu apakah sierra akhirnya bisa menemukan belahan jiwanya yang mau mengajak ijab kabul? Ayoo simak ceritanyaa
All Rights Reserved
#10
jombloakut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • How Dare I
  • Takdir Allah
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Ehm... Mamma Mia [FIN] 🔞 - Seri 2 Singleparent
  • The Crazy Wedding
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • JINGGA (COMPLETED)
  • IDOLA GAMBUS - Bingkai Rindu Alkahfi

Tadinya berniat melajang seumur hidup, di usia 28 tahun, aku putuskan untuk berumahtangga. Dua hal yang menjadi pertimbangan. Satu, upah yang akan kudapat. Kedua, aku memang harus punya suami, agar adikku bisa segera menikah. Awalnya, kukira semua mudah. Hanya tinggal berlakon seperti seorang istri selama setahun, dapat gaji dan sudah. Namun, semua menjadi sulit karena mantan istri Pak De muncul. Tadinya bisa mengesampingkan perasaan, Eveline malah membuatku lupa cara mengendalikan diri. Kalau sudah begini, jika perasaan sudah ikut campur. Bisakah aku tetap melanjutkan kontrak pernikahan yang belum penuh setahun? Atau, sebaiknya aku sudahi saja, sebelum semua menjadi semakin kacau?

More details
WpActionLinkContent Guidelines