Story cover for Bimbang by redswift2206
Bimbang
  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 3
Bersambung, Awal publikasi Mar 16, 2018
"Alvi? Woy gila sombong lu!" Panggil seorang gadis dengan tidak tahu malunya.

"Eh? Siapa yah?" Jawab seorang laki-laki yang bernama Alvi tersebut dengan bingung.

"Dasar! Udah pake kacamata tetep aja ga ngenalin kita." Sewot gadis tadi.

"Oh iya, lo Sasa kan?" Tebak Alvi senang karena berhasil mengenali gadis tersebut dari wajah dan cara bicaranya yang tidak pernah berubah.

"Nah itu lo inget." Lalu Sasa pun tertawa dan menyadari keterdiaman seseorang disampingnya. "Eh Vi, kalo sama yang ini inget ga?" Pancing gadis yang bernama Sasa tersebut sambil melirik seorang gadis lain yang sedang berada disampingnya, yang sejak tadi hanya diam membatu.

"Ingetlah, mana bisa gue lupa?" Jawab Alvi sambil tersenyum menatap seseorang gadis disamping Sasa.

"Sa, gue harus ke toilet sebentar." Bisik gadis tersebut,  yang sejak tadi hanya diam. Sasa menahan tangan gadis tersebut, untuk mencegahnya pergi.

"Ya elah, lo gak usah nerpes gitu lah Ly. Santai aja, ini kan orang yang lo kangenin? " Jawab Sasa sambil cengengesan. Gadis itu diam menatap temannya, Sasa. Dan dia memaki Sasa dalam hati karena mulutnya terasa kaku untuk digerakkan.

Sialan Sasa. 

"Hai Lily, apa kabar? Udah lama ternyata kita ga ketemu, ga nyangka lo makin cantik dari yang terakhir gue liat." Sapa Alvi sambil tersenyum kepada gadis disamping Sasa.

Sialan Alvi. Dia tetep ganteng dan semakin menawan.


-------

Ini cerita seorang gadis yang merindukan cinta pertamanya sejak lama dan saat bertemu kembali, apakah rasa itu tetap sama? Ataukah sudah berubah?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Bimbang ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#119different
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
DIARY DAN DARA (TAMAT) oleh coretanlela
30 bab Lengkap
{STAR 1 JUNI 2025} {FINISH 18 AGUSTUS 2025} Karena tidak semua luka perlu sembuh-beberapa hanya ingin dikenang. Dara Marliana, gadis berambut sebahu yang menyimpan terlalu banyak kenangan. Ia pernah menjadi rumah, pernah ditinggal tanpa pamit, pernah berharap terlalu lama. Di antara halaman diary-nya, terselip dua nama yang tak pernah benar-benar hilang: Rai Perwira dan Dian Arvianza. Rai datang dengan tawa dan caranya yang tengil tapi manis. Arvianza hadir diam-diam, tapi memberi ruang untuk Dara bernapas. Tapi keduanya sama-sama bukan tempat Dara kembali. Dan kini, Dara harus belajar... bagaimana mencintai dirinya sendiri. "Aku kira aku rumah yang kamu cari... tapi ternyata aku cuma perhentian sebelum kamu benar-benar pulang." - Dara Marliana "Andai bisa kuputar waktu, aku tetap akan mencintaimu dengan cara yang salah. Karena itu satu-satunya cara yang kupunya saat itu." - Rai Perwira "Kalau kamu lelah menjadi kuat di depan semua orang, kamu bisa rebah sejenak di hatiku. Tapi jangan tinggal terlalu lama... aku takut berharap." - Dian Arvianza Ini bukan kisah tentang siapa yang akhirnya dipilih. Ini tentang Dara, dan tentang perjalanan menemukan kembali dirinya sendiri. Sebuah diary. Sebuah Dara. Dan sebuah akhir yang tak harus dimiliki siapa-siapa. Selamat menikmati Kisah Dara Dan Segala Lukanya. rank🏆 #1 kategori sansakerta{12 Agustus 2025} #33 kategori puisi { 22 Agustus 2025} #25 kategori diary {22 Agustus 2025} #13 kategori sajak{22 Agustus 2025} Jangan lupa vote,komen dan follow kalau suka🤍 ---
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
In Someone Elses Shadow cover
troublemaker VS ketos! ✔ cover
KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak) cover
Hidden love At School cover
ARTAN  cover
GIFA cover
Prilly, I love you! | END cover
Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia cover
DIARY DAN DARA (TAMAT) cover

In Someone Elses Shadow

15 bab Lengkap Dewasa

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?