Story cover for MINE by raissameli4
MINE
  • WpView
    GELESEN 406
  • WpVote
    Stimmen 26
  • WpPart
    Teile 13
  • WpView
    GELESEN 406
  • WpVote
    Stimmen 26
  • WpPart
    Teile 13
Laufend, Zuerst veröffentlicht März 16, 2018
"DHEAAA TUNGGUUU !!!!!" Teriak seorang laki laki dari belakang.Dhea menoleh dan menemukan Farhan sedang berlari.

"kenapa Far ?" tanya Dhea heran.

"gue mau ngomong sama lo " jawab Farhan.

"ngomong apa ?" tanya Dhea lagi.

"lo ma-mau ga jadi pacar gue ?" ujar Farhan gugup.

"Ja- jadi pacar lo" ulang Dhea.

Farhan hanya mengangguk sambil tersenyum.

"maaf Far, gue ga akan bisa ..." ujar Dhea sambil tertunduk.

" gabisa gimana dhe ? " tanya farhan merasa sedih

" gabisa nolak " ucap dhea sambil mengangkat kepalanya dengan senyum yang mengembang

Farhan yang melihat itu langsung tersenyum dan memeluk dhea

" makasih " bisik farhan ditelinga dhea
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie MINE zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#68dhea
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Amor Eterno  von Sa_ra_da22_620Nakata
4 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
Im Yours. von GaaSukaGalaxy
17 Kapitel Laufend
"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.
Past | Na Jaemin✅ von MiftaXeimora
23 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
Follow sebelum baca oke? 🔞 BOYFRIENDS SERIES 01 "Kak Farrell! Kakak dari mana aja sih? Kok baru sampe? Sya sya udah nunggu dari jam 2 loh?" Aditsya dibalik kaca mata cewek itu menatap kesal Farrel yang baru saja tiba. Padahal mereka sudah berjanji untuk bertemu pukul 2 siang tapi cowok yang merupakan kakak kelas sekaligus pacarnya itu baru tiba sekarang saat matahari sudah mau tenggelam. "Maaf yah Sya. Tadi biasa main dulu sama Bianca dia ngajakin soalnya heh" cowok itu tertawa ringan tanpa sungkan berkata tentang alasan cowok itu yang telat. Aditsya mengulas senyum lebar, mungkin lebih lebar dari biasanya sengaja menutupi sakit yang baru saja cowok disampingnya itu berikan entah dengan sengaja atau tidak. "Kak kalo aku mau main sama kakak..." Farrel menoleh cepat, menatap Aditsya dengan berbinar. "Kakak, gak bakal main sama kak Bianca lagi?" Farrel mengangguk cepat. "Jelas dong Aditsya ku sayang, aku punya kamu kenapa harus main sama Bianca?" Dengan hembusan nafas pelan Aditsya meyakinkan diri untuk percaya pada apa yang Farrel katakan. "Oke" -----*----- "Ahk Ka! Pelahn ahh pelanh Ka!" Tanpa mau menggubris rintihan dari Aditsya. Farrell dengan kasar mendorong ereksinya kedalam lubang surga milik Aditsya yang sekarang berteriak keras saat keperawanannya dirobek kasar oleh Farrell. "Ahh Ka! Pelan pelan Ahh ahh!" "Enak kan Sya? Kamu bakal suka ini uhh" "Ahh kak, sakit pelanh ahh pelan ka!" -----*----- "Sya, Aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin kamu tapi tolong sya. Aku mohon maafin aku... Aku rela sujud dikaki kamu kalo itu yang kamu mau. Tapi aku mohon sya, aku mohon maafin aku" Lagi Farrell memohon entah yang keberapa pada cewek yang sudah dia hancurkan dimasa lalu itu. "Maaf kamu bilang? Aku gak bakal mau maafin kamu sampe kapan pun! Mau kamu sujud di kaki aku bahkan mati demi dapatin maaf dari aku pun kamu gak bakal pernah dapet maaf dari aku!" Aditsya berlalu, meninggalkan Farrell dengan kebisuan cowok itu.
FRIENDS AND LOVE [ COMPLETED ] von SenjaDanMalam1
13 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[BELUM DI REVISI ] "Gevana.. Will you Marry me? "tanya Farel lembut.. Namun 10 detik kemudian mendapat satakan pada wajahnya. "Pantes aja! Lo tau nama gue pas pertama kali gue liat lo! Ternyata Lo sama Papa gue deket dari lama! " Marah Gevana "Sakit bego" Ucap Farel mengusap Wajahnya "To The point.. Punya nyali apa lo bisa sampe ngajak gue nikah sementara lo tau gue benci banget sama lo.." "Benci aja.. Apa benci banget? " tanya Farel membuat Gevana berdecak kesal. "Di tanya tuh di jawab! Bukan nanya balik! " "ya makanyaa.. Jangan marah marah terus.. Kangen gue cipok ya? " gadis itu membulatkan Matanya sempurna hingga satu tamparan mengenai wajah temperamental biawak milik Farel. "Aws sakit njir" "LO BEGO APA TOLOL SIH? " "Harusnya gue yang nanya gitu" Kekeh Farel menantang "Lo punya dendam apa sampe berusaha ngusir gue dari hidup lo? "sambungnya "Karena gue milih pacaran sama orang bertampang buaya yang masih waras dari pada lo,gak waras mirip biawak,bisa bisanya nipu gue selama ini" Entahlah apa Gevana mengucapkannya serius atau tidak..intinya ia memerlukan alasan untuk segera mengakhiri obrolan yang tidak mengenakan itu **** ⚠LAPAK SESAD ⚠TIDAK MENERIMA PEMBACA GELAP ⚠GENRE FIKSI ⚠DI LARANG PLAGIAT [ Yang udah mampir gak usah nanggung.. Klick Baca dan mulai menscroll..di jamin menghilangkan rasa gabut anda...] Scroll aja terus sampe mulai berasa konflik konflik sisksaan kubur nya--canda. Start : 24/2/2023 Finish :8/3/2023
A (Not) Perfect Life  [HIATUS] von cherrybloussom
11 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Farolline azzelea anak dari seorang tafita dan Hendrawan yang biasa di panggil azzel oleh teman-teman nya, mempunyai seorang Abang yang bernama valiano valendra. Farol bertemu dengan seorang lelaki bernama farrel dirgantara putra. Anak kedua dari Indra dan siska. "Nama gua farrel dirgantara putra. Panggil gua Farrel, kalo boleh tau lu anak baru ya?" Setelah pertemuan nya dengan farrel hidup nya berubah. Bukan sekedar kisah cinta remaja tapi kisah dimana si gadis tersebut bangkit lagi dari keterpurukan nya, bangun lagi dari jatuh nya, dan berlari lagi untuk kembali ke dirinya yang dulu. Dimana sang gadis yang dulu nya selalu ceria berubah menjadi gadis yang selalu tertutup dari keluarga maupun sekitar nya yang membuat ia menjadi menderita. Iya kehilangan semua kebahagiaan nya. "Tapi kenapa bang? Kenapa harus farol yang ngerasain ini bang kenapa?" Tanya farol dengan bahu yang bergetar. "Farol gak kuat bang buat ngehadapin semua ini bang, farol butuh abang, tapi kenapa jadi kayak gini bang, kenapa harus farol yang ngerasain semua ini bang" tanya nya kembali dengan nada yang meningkat beberapa oktaf. Farol gadis yang selalu membawa keceriaan kesemua orang telah pergi dan di gantikan dengan farol yang selalu murung dan tertutup, keceriaan telah hilang meninggalkan raga dan jiwa nya yang masih berada di dunia ini. . . . . . Ini cerita pertama kuuu di baca dan jangan lupa di vomment ya guyss makasih❤❤❤️
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Amor Eterno  cover
Im Yours. cover
Fai cover
Because I'm Stupid (End) cover
BAPER [COMPLETED]  cover
Past | Na Jaemin✅ cover
this is me cover
We Are One cover
FRIENDS AND LOVE [ COMPLETED ] cover
A (Not) Perfect Life  [HIATUS] cover

Amor Eterno

4 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.