Story cover for The Weird One by maulidya_dzul
The Weird One
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 22
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado mar 17, 2018
" Ahh... hari ini sangat melelahkan. Mana aku bawa buku sama laptop. Gak mungkinkan aku pulang jalan kaki. Ini lagi kenapa hp mati. Semoga ada yang nebeng i pulang." Keluh Lidya dalam hati dan mengharapkan seseorang bisa membantunya. Dengan wajah yang tampak lelah dia duduk di depan pos sekolahnya.

Keberuntungan datang pada Lidya. Cowok di hadapannya dengan menumpangi sepeda motor menawarkan tebangan. Dengan raut wajah yang lesuh.
" Lid bareng pulang a? ( Lid mau bareng pulang?)"
" Ayo mas." Mendengar tawaran kakak kelasnya itu sontak Lidya lalu berdiri dengan semangat 45. Entah apa yang ada di pikirannya sehingga dia tanpa ragu untuk tidak menolak ajakan kakak kelasnya.

Nb: beberapa dialog menggunakan bahasa jawa.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir The Weird One a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#275kalian
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
I L A L A N G ✔ (Tamat) de Nabers23
38 partes Concluida
Satu Minggu sudah Reza tak nampak di sekolah . Setelah kejadian kemarin penyakit nya kambuh. "Kok Reza gak masuk2 ya? " tanya Nabila pada Ridwan ( kebetulan Reza dan Ridwan adalah sepupu) "Dia masih sakit karena kemarin itu " jawab ridwan " Oh ,memang separah itu ya?" tanya nya lagi " Entah bil ,gue juga kurang tau" jelas ridwan lagi nabila menggangguk " besok hari minggu kita ke rumah Reza yuk?" ajak nabila kepada teman2 nya " Oke, kumpul di rumah Gue ya " respon Arif karena memang rumah nya tidak jauh dari rumah Reza "Siap " jawab mereka kompak Bel pulang sekolah berbunyi murid2 berhamburan keluar karena mereka sudah di jemput orang tua masing2 "Eh ,gue tunggu di rumah ya ,bye" teriak Arif sembari bergegas keluar kelas "Siap bos" jawab yg lain nya kompak "Bil,gue pulang dulu ya ,dadah "kata murid 1 sambil melambaikan tangan nya di ikuti teman2 yg lain "Dadah " jawab nabila Iya, Nabila memang lebih memilih pulang terakhir karena yang pasti sekolah pun sudah sepi ,jadi tidak perlu berdesak2an Sekitar 15 menit,Nabila sudah sampai di rumah nya "Assalamualaikum" salam Nabila tidak ada jawaban karena memang rumah sepi saat siang hari . Nabila masuk rumah dan segera mengganti pakaian nya .bergegas pergi ke warung nenek nya di depan gang. Malam pun datang Nabila yg tengah duduk di teras rumah nya dengan beberapa buku bacaan ,tentu,karena nabila gemar membaca Tak lama Rizki datang "Lagi apa bil??" Sapa Rizki "Bisa kali salam dulu"jawab nabila ketus "Iya iya ,assalamualaikum nabila cantik,lagi apa?"goda rizki dengan sedikit tertawa "Rizki apaapaan si lo,waalaikumussalam,lagi baca2 aja,lo mau apa kesini ??tumben"kata nabila heran "Besok ke rumah arif gue ikut ya?sekalian mau jenguk Reza,please bil?rengek rizki "Iya iya ,besok jam 9:30 lo udah harus stand by di rumah gue"perjelas nabila "Oke tuan putri,besok gue tepat waktu kok,gue pulang dulu,assalamualaikum "kata rizki pergi meninggalkan nabila "Dasar aneh lu ki,waalaikumussalam"jawab nabila sembari memasuki rumah nya
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Masa SMA [Completed] cover
my bad boy cover
DeaSea  cover
My Darrel cover
Penantian cover
Hidden love At School cover
Tawamu dan kupu-kupu cover
I L A L A N G ✔ (Tamat) cover
Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus] cover

Masa SMA [Completed]

37 partes Concluida

"Udah liatin gue nya?" ucapnya sambil melihat Aresya Aresya yang menyadari akan hal itu, langsung berdiri. Lalu nunduk malu "Lo ga inget gue?" tanya Dia Aresya menggeleng dan menunduk. "Gue yang tadi lo tabrak" lanjutnya Aresya hanya membulatkan matanya karena kaget "maaf" ucapnya sambil menunduk. "Gue maafin lo, asal lo kasih tau nama dan kelas lo" Aresya hanya diam dan mencoba kabur dari cowok itu, tapi tangan cowok itu menahannya. "Mau gue maafin ga?" Aresya mengangguk pelan "nama gue Aresya Abigail Atthela kelas XII IPA I" Cowok itu hanya tersenyum dan melepas genggaman nya, sedangkan Aresya berjalan dengan langkah yang cepat, ia hanya takut cowok tadi mengejarnya