Mencari Tali pocong Perawan

Mencari Tali pocong Perawan

  • WpView
    Reads 923
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 22, 2018
Dua jomblo Dul dan Ucok yang berjibaku mencari pekerjaan dengan bekal ijazah SMK. Banyak hambatan dan rintangan mereka temui namun mereka tetap semangat membara untuk bisa menaklukan ganasnya Ibu kota. Sampe suatu saat tiba-tiba mereka kepikiran untuk menjadi orang kaya dengan cara yang tidak semestinya yaitu pesugihan! Berhasilkah mereka menjadi orang kaya dengan cara pesugihan? Lalu apa jenis pesugihan yang mereka lakukan? Mencari Tali Pocong Perawan!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Bad Duda [END]
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]
  • my world is a magical world
  • kehidupan hoki bapak kost muda
  • Adrian & Ayla
  • POLLING: Pocong keliling
  • "Arif: Jomblo Sampai Negara Api Menyerang"
  • Obsessed with you

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines