Ta'aruf with me

Ta'aruf with me

  • WpView
    Reads 15,963
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 7, 2019
Hidayah itu memang ada! Muhammad Syah Arka adalah seorang anak yang bandel dan pemalas, walau sudah dibekali keluarganya ilmu agama sejak kecil, akan tetapi... Awal dari sebuah perjalanan hijrah... ketika menginjak bangku Sekolah Menengah Atas, sebuah hidayah akhirnya datang dan berhasil sampai pada arka. kemudian arka datang dengan kepribadian yang berubah 180°, Mulai dari sholat 5 waktu, puasa, dan amalan lainnya ia istiqomahkan. Sungguh hidayah itu memang indah. Mengenal seseorang dan menyimpan sebuah rasa, namun tak pernah mengungkapkannya sekalipun, entah apakah ia pun menyimpan rasa yang sama, aku sama sekali tak tahu. Cukup lihat saja nanti apakah ia menerimaku ketika aku mendatangi rumahnya... Ia itu siapa ya ? Aku sama sekali belum menetapkan pilihan :) Next... TRUE STORY!!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COUPLE GOALS (REVISI)
  • Meet After Madrasah (Completed)
  • Fakhri Aznan [END]
  • Solawat Cinta ✔
  • Takdirku Untukmu (END)
  • Azzam [Republish]
  • Sehelai Hijab Penghantar Rindu
  • ARKHAN (TAMAT)
  • School Scandal ✓

"Jangan nangis di depan gue, gue malah nggak suka. Jangan diulang lagi ya." Nadanya melembut juga pandangannya yang melembut menatap Alkena yang menunduk dengan mati-matian menahan air mata yang hampir lolos itu. Tapi, gadis itu tampak bisa bernapas lega, ketika Alan suaranya kembali melembut. Tapi bagaimana bisa sifatnya berubah-ubah, begitu? Alan menyadari, gadisnya itu masih takut padanya. Dirinya ber-inisiatif untuk menghibur Alkena agar ketakutan didalam gadis itu dapat menghilang. "Kamu pendek banget, ya?" tanya Alan. Oke! Ini adalah pertanyaan konyol yang ditanyakan oleh Alan. Gadisnya masih menunduk. "Liat, lo aja nggak sampek sebahu gue. Padahal, Bunda lo tinggi lho, Ayah lo juga tinggi. Kok lo pendek, ya?" ucap Alan menghibur. Tapi, Alkena masih dengan keras kepalanya telah mengabaikan Alan. Gadis itu masih menunduk dengan menahan tawanya, agar tidak pecah di hadapan Alan. "Tapi gue suka lo, banget malahan. Sini peluk gue," goda Alan. Pecah sudah tawa Alkena. Yang membuat Alan tersenyum melihat tawa Alkena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines