Bukan Petuah Orang Bijak

Bukan Petuah Orang Bijak

  • WpView
    LECTURAS 614
  • WpVote
    Votos 46
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 3, 2018
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Bukan Petuah Orang Bijak ini merupakan sebuah rangkaian kata yang disusun oleh insan yang jauh dari kata sempurna. Cerita ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus diresapi. Jangan pernah melihat orang yang mengucapkan, tetapi lihatlah apa yang diucapkannya! Maafkan segala kekurangan yang ada di goresan ini.
Todos los derechos reservados
#38
teki
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
  • CLara
  • Triple S [THE END]
  • Don't Self Injury
  • Trying To Stay [END]
  • BABY TIGER S1 [End]
  • Amin paling serius
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • Naruto And Akatsuki (END)

Tersambar petir. Apa yang kamu bayangkan tentang dua kata itu? Mati mengenaskan? Gosong? Tersetrum? Terkena serangan jantung? Atau, film azab? Tidak. Dimalam yang ramai dengan suara rintikan air hujan yang mengguyur jalanan yang sudah sepi, dua insan yang tak saling mengenal bertemu lalu berdebat tentang nasibnya masing-masing. Bagai mimpi buruk, petir menyambar keduanya secara bersamaan. Bagaimana bisa, bukannya mati, jiwa keduanya malah tertukar! Jiwa seorang perempuan malang yang memiliki kesabaran setipis tisu, berpindah ke raga laki-laki yang urus tak urus terhadap kehidupannya yang lebih mengenaskan dari pada perempuan itu? Jiwa seorang laki-laki yang sudah putus asa terhadap kehidupannya, berpindah ke raga perempuan yang memiliki sedikit masalah tapi memiliki teka-teki rumit dihidupnya? "Tanpa gue cerita balik tentang beban hidup gue dimalam itu, lo tau rasanya jadi gue sekarang. Gak usah lebay! Beban hidup lo, bukan apa-apa buat laki-laki perkasa kayak gue. Sok mau bunuh diri." _Marva Rajendra_

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido