Bukan Petuah Orang Bijak

Bukan Petuah Orang Bijak

  • WpView
    Lectures 614
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 3, 2018
WpInfo
Fiction
Thèmes Sociaux
Bukan Petuah Orang Bijak ini merupakan sebuah rangkaian kata yang disusun oleh insan yang jauh dari kata sempurna. Cerita ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus diresapi. Jangan pernah melihat orang yang mengucapkan, tetapi lihatlah apa yang diucapkannya! Maafkan segala kekurangan yang ada di goresan ini.
Tous Droits Réservés
#77
teka
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • CLara
  • Dunia Kita Berbeda
  • Don't Self Injury
  • Trying To Stay [END]
  • BABY TIGER S1 [End]
  • Akhir Sebuah Airmata
  • Marvarsha! Bertukar Jiwa
CLara

Ada rahasia yang tak boleh diungkapkan. Ada luka yang tak bisa disembuhkan. Dan ada nama yang seharusnya tidak pernah disebutkan. Clara Clarisanjaya hadir sebagai sosok yang nyaris sempurna, cerdas, berprestasi, dan nyaris tak tersentuh. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sesuatu yang janggal. Senyum yang sekilas tampak hangat, nyatanya tak pernah benar-benar sampai ke matanya. Langkahnya selalu terukur, seolah sedang berusaha menghindari sesuatu. Hari-hari Clara berjalan seperti sebuah sandiwara yang telah lama ia hafalkan. Ia tidak memiliki banyak teman, tetapi bukan karena ia tak mampu bergaul, melainkan karena ia memilih untuk menjaga jarak. Bahkan dengan dua laki-laki yang jelas memiliki kemiripan dengannya. Mengapa mereka bersikap seolah tidak saling mengenal? Daren Aksaranda menyadari keanehan itu sejak hari pertama. Ada sesuatu dalam diri Clara yang menarik perhatiannya. Bukan karena parasnya, bukan pula karena kecerdasannya, melainkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Tatapan kosong yang ia sembunyikan di balik kesan percaya diri, caranya menghindari orang-orang, serta tembok tak kasat mata yang ia bangun di sekelilingnya. Semakin Daren mendekat, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal. Mengapa Clara bersikeras menghindari orang-orang? Apa yang ia sembunyikan dengan begitu rapi? Apa yang membuatnya selalu tampak seperti seseorang yang ingin ditemukan, tetapi sekaligus takut ditemukan? Dan yang paling penting... Jika kebenaran itu akhirnya terungkap, apakah semuanya masih bisa diperbaiki? Atau hanya akan berakhir sia-sia?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu