Sepasang Renjana

Sepasang Renjana

  • WpView
    Membaca 346
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 23, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
[REVISI] "Ungkapan Rasa Dalam Kata" Secercah embun pagi menetes diatas helaian daun yang indah. Mewujudkan rasa ketenangan yang mendalam dalam setiap sanubari insani. Terdengar suara kicauan burung nan indah, menghiasi pagi-pagi pada hari ini. Sedikit demi sedikit sang mentari pun menyembul dari sebuah celah kecil dedaunan. Menyebar menjadi cahaya yang berguna bagi setiap makhlukNya. Hari telah berganti hari, bulan pun mengikuti menjadi tahun. Hingga kita tak tahu waktu akan berganti apa nantinya. Meskipun dunia ini terlihat terang seperti apa adanya, tetapi hati ini kelam di dalamnya. Sang Pemberi sinar pun tak kunjung datang tuk menerangi setiap bilik di dalamnya. Mencari terus mencari meski celah itu tak kunjung datang. Tak urung niat ini berjuang hingga lelah dan basah kuyup keringat membebani. Terus mencari celah cahaya dari Sang Ilahi dengan kegigihan dan kesungguhan diri. Melawan perlakuan nafsu duniawi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu
  • My Mother's Favorite Cashier
  • Daily Quotes
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • Giwang
  • Afwan Yaa Alfathunnisa [End]
  • Kutipan Literasi (Kumpulan Quotes) [SUDAH TERBIT]
  • Langit di Ujung Dapur (TERBIT)
  • Ketika Jemari Berbicara

Abdurrahman ialah seorang pemuda yang gigih, cerdas, dan berakhlak mulia. Lahir dari keluarga yang amat sederhana. Menghabiskan sebagian besar perjalanan kisahnya di sebuah pondok pesantren yang amat bijak perangainya. Pada suatu ketika yang teramat rahasia kisahnya, mawar tiba-tiba saja tumbuh dalam hatinya. Hanya setangkai, namun sekebun sekalipun akan mabuk akan keharuman mawar itu. Mawar itu ialah sebagai rumah bagi satu nama santriwati. Gadis yang lembut, cerdas, berkepribadian tinggi, serta berakhlakul karimah. Perihal cinta, terkadang memang selalu seperti bayang-bayang. Dan begitu juga yang Abdurrahman rasakan dalam perjalanan hidupnya. "Oh, Laila. Inikah cinta. Tahukah kau. Aku sering tiba-tiba merasa hujan datang, meski malam terang benderang". Kisah ini akan tertuju pada satu nama utama yaitu Abdurrahman, tentang perjuangannya dalam mewujudkan segala cinta serta cita-citanya. . Terang terbit, dari sesungging senyum, yang meredam api, jadi tumpukan arang-arang. Selamat membaca, semoga berbahagia.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan