Setiap orang selalu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sasi, gadis tuna wicara yang selalu membawa catatan kecil dan pena di setiap perjalanannya.
Kekurangannya seolah membuat dia selalu terkucilkan diantara ribuan banyak orang. Memandangnya sebelah mata sudah hal biasa untuk Sasi.
Radit. Disetiap kesempatan Sasi selalu menyempatkan untuk membuat surat yang entah kapan akan tersalurkan untuk pujaan hatinya sejak SMP itu.