Vallerie

Vallerie

  • WpView
    LECTURAS 131,842
  • WpVote
    Votos 6,821
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadConcluida mié, ago 28, 2019
Semua yang berjuang pasti akan lelah, dan yang Setia menunggu juga pasti akan kalah dengan waktu yang terus berputar maju tanpa ingin mundur walau hanya sedetik saja. "Diantara beribu manusia, kenapa harus gue? Kenapa harus gue yang ada di posisi mengerikan seperti ini?!"
Todos los derechos reservados
#363
nyesek
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Be Yours
  • Paradise
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Happier (Completed️)
  • ALVANSA [Completed]
  • Anna's Secret [END]
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Arsyilazka
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido