WILDEST

WILDEST

  • WpView
    Reads 2,718
  • WpVote
    Votes 674
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jan 27, 2021
Perasaan ini mengalir seperti hujan yang tak sempat kutadah. Sedikit demi sedikit, ia meresap ke dalam-hingga tanpa sadar, aku tenggelam. Bukan salahmu... aku yang lupa menjaga jarak, aku yang mengira senyummu punya makna lebih dari sekadar ramah. . . Maafkan aku... karena telah masuk ke kisah yang bukan milikku. Karena mencintaimu adalah kesalahan yang terus kuulang, meski tahu hatimu tak pernah benar-benar tinggal. Dan kini, aku hanya sisa dari cinta yang tersesat arah pulang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE LINE
  • at: 12am
  • Thank You and Good Bye
  • [BG1]ADELIARLAN
  • I. When your smile has gone
  • Hurt Me [BBH] [END]
  • (un) Happy Wedding
  • My Beloved Husband (Completed)
  • Cinta Dalam Do'a | END
  • I'm sorry
LOVE LINE

[ 𝐓𝐄𝐋𝐀𝐇 πƒπˆπ“π„π‘ππˆπ“πŠπ€π ] PENERBIT : BUKUNE PUBLISHERS /// Beberapa part telah di hapus. Lihat versi cetak untuk full part β€’ Ranjang ku melesak ketika pria itu naik ke sampingku. Tubuh pria itu terasa hangat dan kokoh. Aku mengulurkan tangan untuk menyentuh lengan kanannya perlahan, hanya itu, karena aku merasa jantungku akan segera berdebar sampai meledak jika aku memaksakan diri untuk menyentuh bagian lain tubuhnya. Pria itu menyapukan bibir di atas bibirku pelan, membuat ku memejamkan mata dengan berdebar. Sekarang aku merasa telah menemukan sumber mata air paling memabukan setelah membuat diriku sendiri melewatkan suluruh hidup di gurun pasir kering. Mulut pria itu menekannya bibirku, menyisakan rasa asam bercampur manis dari anggur yang dia minum. Pria itu meletakkan tangan di atas payudara ku, terasa pas dan hangat di atas gaun tidurku yang tipis, tubuhku gemetar hebat seakan ada jutaan kupu-kupu yang mengepakan sayap dalam perutku. Aku membuka mulut membiarkan pria itu semakin dekat. Tanganku tidak malu-malu lagi, merangkul pundak lebar pria itu menekankan padanya seakan sedekat ini masih belum cukup. Pria itu memundurkan kepalanya, melakukan sesuatu hal yang membuat nafasku tertahan. Pria itu kemudian berbisik dengan suara serak yang membuat tubuh ku meremang hebat. "Kita mulai" Aku mulai kehilangan diriku sendiri...apakah aku bisa menyembunyikan getaran hatiku darinya? Romeo Arvino -- ©️ 2018, (youshim) NAMBYULL.

More details
WpActionLinkContent Guidelines