Lian Chen (Lian Tanusaputra)

Lian Chen (Lian Tanusaputra)

  • WpView
    LECTURAS 939
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, feb 25, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Terkadang dua orang itu seperti sebuah titik. Titik itu lama-lama akan menjadi garis parallel, tak akan bertemu meski mereka berada di bidang yang sama. Sebab bisa jadi, sebuah kota itu menjadi tempat yang luas ketika dua orang berharap bisa bertemu tapi tak dapat bertemu meski berada di tempat yang sama, Tapi Dunia bisa terasa sempit ketika pada akhirnya mereka bertemu di tempat yang tak di sangka. . . . Cerita ini adalah Kolaborasi saya dengan @oliefariestiani mengambil sudut pandang tokoh yang berbeda, tetapi masih dalam satu Cerita yang sama. Cerita yang saling berkaitan dan tak dapat dipisahkan. Selamat Menikmati Cerita kami :)
Todos los derechos reservados
#73
lian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Evanescent [END]✓
  • Cool Beauty
  • A Secret Smile (TAMAT)
  • Nobody Knows (HIATUS)
  • SENA
  • Deep Wound
  • cinta di BATAS SENJA
  • Antagonis
  • Gabby
  • Cinta Dua Waktu

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido