Pertemuan itu membawaku kepadamu. Perasaan yang muncul tanpa aku rencanakan. Namun hari itu semuanya berubah, sosokmu tak lagi kutemukan hingga waktu yang memberiku kesempatan untuk kembali bertemu denganmu, tapi nyatanya aku salah, aku tak lagi mengenalmu, bahkan dengan memori tentangmu yang masih sempurna terekam diotakku, aku tak bisa mengenalimu.
Hingga akhirnya perasaan yang muncul tanpa aku rencanakan itu kembali menuntunku, dan membuatku sadar siapa sosok yang benar - benar mengisi hatiku. Kamu masih sama seperti yang dulu kukenal, hanya saja aku yang terlambat menyadarinya. Payah. Ya, seperti itu kiranya diriku.
Menurutmu....
Semua orang itu istimewa, dan aku percaya.
Karena denganmu aku bisa menjadi pribadi yang begitu istimewa lebih dari yang aku kira. Tidak, bukan karena perlakuanmu, melainkan karena dirimu yang selalu siap melengkapi kekuranganku.
Terimakasih telah mengenggam tanganku, memperkenalkanku pada duniamu yang penuh warna. Dan saat ini, jika duniamu tak lagi berwarna seperti dulu, maka aku tidak keberatan untuk bergabung dengan hitamnya duniamu. Pelangi yang dulu kamu berikan, izinkan aku membaginya kembali denganmu. Tidak, aku tidak memintamu untuk berubah seperti dulu, tetaplah seperti ini. Hitam, agar aku dapat menjadi warna dihidupmu. Tanpa warna, hitam tidak akan terlihat hidup.Begitu juga, tanpa hitam, warna tak lagi menawan.
Maka kali ini, biarkan aku mengenggam tanganmu, menemanimu mengingat pelangi yang sempat kamu lupakan ~Rasvasya Adora
[FOLLOW SEBELUM BACA]
****
Otoriter.
Kaku.
Kasar.
Kejam.
Ketus.
Pemarah.
Arogan.
Angkuh.
Bisa di bilang semua sifat buruk laki-laki melekat pada dirinya. Jika di sebutkan satu persatu, sederet paragraf tidak cukup untuk mendeskripsikannya.
Tapi, anehnya semua gadis bertekuk lutut padanya. Kata-kata manisnya begitu memabukkan di tambah tampangnya yang premium menjadikannya most wanted di sekolah. Dia adalah salah satu objek yang di kagumi para gadis, hanya dengan senyuman tipisnya semua gadis-gadis jatuh kepelukannya.
Dia spesies adam paling berbahaya, bisa mendapatkan siapa saja dan tak segan-segan membuang mereka bila ia bosan.
Namun, Tuhan sungguh maha adil, permainan takdir yang kejam membuat dia terikat pada seorang gadis yang jauh dari kata sempurna.
Dan bagaimana jika tiba-tiba Revan di hadapkan pada kenyataan kalau dia akan menjadi seorang Ayah di usianya yang baru menginjak 18 tahun?
Yang membuat ia belajar kalau semua yang terjadi sejatinya anugerah terindah untuknya.
Copyright@Infinity2021
Start | 30 April - 27 Juni 2021|
#74fiksiremaja 03/06/21
#2Teenfiction 10/09/21
#45Teenfiction 27/09/21
#10Remaja 10/3/22
#6fiksiremaja 1/4/22
#18teenfiction 1/4/22
#2teenfiction 2/4/22
#13 remaja 3/9/22
#16 remaja 5/9/22